Pencurian Ribuan Buku Nikah di Bungo Ternyata Libatkan Ketua RT dan Imam Masjid
Minggu, 14 November 2021 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
Kapolres menceritakan, dari hasil pengembangan pelaku Agam, petugas membekuk tiga orang rekannya. "Setelah diamankan, diketahui ketiganya sebagai penadahnya. Mereka keahliannya berbeda-beda, agar aksinya mudah dipercaya para korban untuk memiliki buku nikah," ujarnya.
Dia menambahkan, dua penadah yang ditangkap karakternya sangat berbeda-beda karena memiliki keahlian khusus. "Salah satunya oknum imam masjid dan ketua RT. Untuk oknum ketua RT ini, mempunyai riwayat silsilah bisa mengurus pernikahan," tukasnya.
Baca juga: Berkat Rekaman CCTV dan Struk ATM, Sindikat Pencuri Ribuan Buku Nikah di Bungo Jambi Dibekuk
Tidak hanya sisa buku nikah hasil curian yang berhasil diamankan, petugas juga menemukan bukti tambahan lainnya. "Ada stempel-stempel dan buku yang gunanya ketika ada yang melakukan pernikahan seolah-olah resmi diurus oleh kementrian agama," tutur Kapolres.
Menurutnya, keahlian dan pengetahuan bersangkutan para penadah bisa berbahaya untuk kepentingan hubungan lainnya. "Ya, pelaku utama dan penadah merupakan ahli spesialis buku nikah," tandas Guntur.
Dari hasil penyelidikan, buku nikah yang dicuri bisa dijual Rp100 hingga Rp200 ribu. Namun, ketika sudah diisi bisa lebih tinggi lagi harganya. "Dalam aksi pencurian tersebut, ada juga keterlibatan orang dalam, tapi sudah dipecat dari kemenag. Saat ini sedang diselidiki oleh Polres Bungo," ungkapnya.
Dia menambahkan, dua penadah yang ditangkap karakternya sangat berbeda-beda karena memiliki keahlian khusus. "Salah satunya oknum imam masjid dan ketua RT. Untuk oknum ketua RT ini, mempunyai riwayat silsilah bisa mengurus pernikahan," tukasnya.
Baca juga: Berkat Rekaman CCTV dan Struk ATM, Sindikat Pencuri Ribuan Buku Nikah di Bungo Jambi Dibekuk
Tidak hanya sisa buku nikah hasil curian yang berhasil diamankan, petugas juga menemukan bukti tambahan lainnya. "Ada stempel-stempel dan buku yang gunanya ketika ada yang melakukan pernikahan seolah-olah resmi diurus oleh kementrian agama," tutur Kapolres.
Menurutnya, keahlian dan pengetahuan bersangkutan para penadah bisa berbahaya untuk kepentingan hubungan lainnya. "Ya, pelaku utama dan penadah merupakan ahli spesialis buku nikah," tandas Guntur.
Dari hasil penyelidikan, buku nikah yang dicuri bisa dijual Rp100 hingga Rp200 ribu. Namun, ketika sudah diisi bisa lebih tinggi lagi harganya. "Dalam aksi pencurian tersebut, ada juga keterlibatan orang dalam, tapi sudah dipecat dari kemenag. Saat ini sedang diselidiki oleh Polres Bungo," ungkapnya.
Lihat Juga :