Heboh! Limbah Mirip Awan dan Bau, Tim Laboratorium Turun Tangan Uji Sampel Air Kali Rasmi
Sabtu, 13 November 2021 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kata Budhiyanto, DLH Jabar sudah mengukur kadar oksigen air Kali Rasmi. "Kemarin Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Jabar sudah mengambil sampling dari sebelum dan sesudah jembatan. Kemarin kadar oksigen di dalam air sudah diukur. Sebelum jembatan itu, kadar oksigen 1,61 mg/l, sedangkan setelah jembatan 0,81 mg/l," terangnya.
Diketahui Kali Rasmi menjadi viral di media sosial karena munculnya fenomena busa mirip awan. Fenomena yang diakibatkan oleh limbah itu terlihat cantik, namun berbau tak sedap. Peristiwa terjadi bertepatan saat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menghadiri Konferensi COP26 di Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11/2021) pagi lalu.
Dalam peninjauannya usai menjalani karantina, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta warga, khususnya para pemuda sekitar Kali Rasmi dilibatkan untuk berpatroli untuk menanggulangi pencemaran Kali Rasmi.
Menurutnya, pelibatan warga, khususnya para pemuda sangat penting karena dapat membantu kerja petugas dalam memantau kesehatan sungai. Lewat patroli, Kang Emil berharap, sumber pencemaran bisa terungkap.
"Anak-anak muda di desa akan dijadikan patroli sungai. Patrolinya mencari sumber-sumber pencemaran," ujar Kang Emil dalam peninjauannya, Selasa (9/11/2021).
Diketahui Kali Rasmi menjadi viral di media sosial karena munculnya fenomena busa mirip awan. Fenomena yang diakibatkan oleh limbah itu terlihat cantik, namun berbau tak sedap. Peristiwa terjadi bertepatan saat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menghadiri Konferensi COP26 di Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11/2021) pagi lalu.
Dalam peninjauannya usai menjalani karantina, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta warga, khususnya para pemuda sekitar Kali Rasmi dilibatkan untuk berpatroli untuk menanggulangi pencemaran Kali Rasmi.
Menurutnya, pelibatan warga, khususnya para pemuda sangat penting karena dapat membantu kerja petugas dalam memantau kesehatan sungai. Lewat patroli, Kang Emil berharap, sumber pencemaran bisa terungkap.
"Anak-anak muda di desa akan dijadikan patroli sungai. Patrolinya mencari sumber-sumber pencemaran," ujar Kang Emil dalam peninjauannya, Selasa (9/11/2021).
(don)
Lihat Juga :