Seluruh Santri yang Masuk ke Jateng Wajib Karantina 14 Hari
Jum'at, 05 Juni 2020 - 15:50 WIB
loading...
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen meminta seluruh pengasuh ponpes untuk mengkarantina seluruh santri yang masuk di Jateng. FOTO/Dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah mulai memperbolehkan santri untuk kembali ke pondok. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta seluruh pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah untuk mengkarantina seluruh santri yang masuk selama 14 hari.
Hal itu disampaikan Gus Yasin usai menggelar salat Jumat berjamaah di Gradhika Bhakti Praja kompleks kantor Gubernur Jateng , Semarang, Jumat (5/6/2020). "Semua santri yang masuk ke Jateng wajib karantina selama 14 hari. Pihak pondok pesantren wajib menyiapkan untuk tempat karantina itu," katanya.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren maupun organisasi pondok pesantren terkait hal itu. Menurutnya, apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, maka bisa menggunakan fasilitas lain di daerahnya.(Baca juga: New Normal, Pesantren: Kami Siap Adaptasi Dalam Situasi Apapun )
"Bisa koordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo di daerahnya masing-masing untuk menempati tempat karantina yang kemarin sudah disiapkan di berbagai desa. Atau bisa juga menggunakan fasilitas lain seperti gedung sekolah dan sebagainya," katanya.
Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren mewajibkan santrinya untuk cek kesehatan sebelum kembali ke pondok. Pengecekan itu penting sebagai acuan penanganan saat mereka tiba di pondok pesantren.
Hal itu disampaikan Gus Yasin usai menggelar salat Jumat berjamaah di Gradhika Bhakti Praja kompleks kantor Gubernur Jateng , Semarang, Jumat (5/6/2020). "Semua santri yang masuk ke Jateng wajib karantina selama 14 hari. Pihak pondok pesantren wajib menyiapkan untuk tempat karantina itu," katanya.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren maupun organisasi pondok pesantren terkait hal itu. Menurutnya, apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, maka bisa menggunakan fasilitas lain di daerahnya.(Baca juga: New Normal, Pesantren: Kami Siap Adaptasi Dalam Situasi Apapun )
"Bisa koordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo di daerahnya masing-masing untuk menempati tempat karantina yang kemarin sudah disiapkan di berbagai desa. Atau bisa juga menggunakan fasilitas lain seperti gedung sekolah dan sebagainya," katanya.
Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren mewajibkan santrinya untuk cek kesehatan sebelum kembali ke pondok. Pengecekan itu penting sebagai acuan penanganan saat mereka tiba di pondok pesantren.
Lihat Juga :