Eks Pemain hingga Pengurus PSM Bantu Appi di Golkar Makassar
Rabu, 10 November 2021 - 10:54 WIB
loading...
Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin. Foto: SINDOnews/Muhaimin
A
A
A
MAKASSAR - Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin resmi memperkenalkan seluruh pengurusnya ke publik baru-baru ini. Sebanyak 341 orang tercatat dalam struktur kepengurusannya untuk lima tahun ke depan.
Menariknya, Appi sapaannya membawa gerbong PSM ke Golkar Makassar. Beberapa panitia, mantan pemain hingga suporter Juku Eja menjadi pengurus Beringin rimbun itu.
Baca juga:Appi Target Golkar Makassar Raih 10 Kursi di Pileg 2024
Tiga nama pertama yakni Sumirlan, Bahar Muharram dan Irvin Museng. Ketiganya memang merupakan mantan pemain PSM beda generasi.
Sumirlan ialah mantan Direktur PSM, sekaligus eks kapten Juku Eja era 80-an. Ia juga pernah maju calon legislatif (Caleg) pada 2019 lalu melalui PPP. Di Golkar Makassar , ia menjadi Wakil Ketua Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan.
Bahar Muharram menjabat sebagai anggota bagian pemenangan pemilu wilayah IV. Saat ini, ayah Asnawi Mangkualam itu merupakan asisten pelatih PSM .
Irvin Museng dipercaya sebagai Ketua Bagian Infrastruktur. Jebolan top skor piala dunia junior ini memang merupakan pebisnis di bidang bangunan atau kontraktor.
Selanjutnya Sauleng Rauf diberi amanah sebagai Ketua Bagian Penggalangan Massa. Di Juku Eja, ia menjadi security officer dan Vice Chairman LOC PSM.
Baca juga:Golkar Barru Gelar Vaksinasi Gratis untuk Ratusan Warga
Ali Gauli Arief dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Tani, Nelayan dan Kemaritiman. Di PSM, ia menjabat sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan.
Sementara Azis Djarre diberikan posisi sebagai Ketua Bagian Informasi Teknologi. Di PSM, ia menjabat sebagai Koordinator tiket.
Adapun Sadakati Sukma diberi amanah sebagai Ketua Bagian Kaderisasi. Sadat sapaannya merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Red Gank, salah satu suporter terbesar Juku Eja.
Sadat membenarkan ia bergabung ke Golkar Makassar . "Kuning (Golkar) dulu toh, nanti lagi merah (PSM)," singkatnya.
Baca juga:Komisioner KPU Sulsel Belum Kepikiran Berkiprah di Pusat
Sekretaris DPD II Golkar Makassar , Irianto Ahmad mengatakan pihaknya tak asal memasang nama orang sebagai pengurus. Melainkan sudah mendapatkan persetujuan dengan yang bersangkutan.
"Kita menginginkan komitmen pribadi terhadap organisasi. Dan mereka sudah melakukan itu. Iya, sebelum pengesahan kepengurusan (pakta integritasnya). Jadi kalau mereka memang tidak mau, ya kita ganti," kata Anto pada Selasa (9/11).
Soal gerbong PSM yang menjadi pengurus Golkar Makassar , Anto menuturkan tak melihat dari sisi itu. Namun melihat setiap usaha kader bagaimana bisa membesarkan Golkar.
"Bukan kita melihat dari hubungan itu. Tapi kita melihat kemampuan pribadi dalam berorganisasi. Khususnya berpartai politik," ujarnya.
Walau begitu, Anto menerangkan Golkar Makassar akan tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus. Jika dinilai tak berkontribusi, maka siap-siap saja diganti.
Baca juga:Pastikan Musdalub Tanpa Keputusan, DPP Hanura Kaji Masukan 16 DPC di Sulsel
"Makanya ada evaluasi yang akan kita lakukan setiap semester, misal 9 bulan atau 1 tahun sekali. Apalagi ini sudah mendekati verifikasi. Makanya kita akan melihat kinerja dari pengurus," terangnya.
Eks Dirut PD Parkir Kota Makassar ini menjelaskan, selanjutnya semua pengurus diminta melakukan konsolidasi internal. Lalu memaparkannya kepada pengurus teras.
"Kita akan berikan tugas-tugas awal dengan mereka melakukan konsolidasi setiap bidang. Misalnya wakil ketua, sekretarisnya dan kepala bagiannya. Dan apa yang mereka lahirkan dari konsolidasikan, demi kerja-kerja elektoral partai dan kepentingan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Appi menegaskan bahwa mereka yang menjadi pengurus sudah siap bekerja keras untuk Golkar. Ia pun mendorong kepada semua pengurusnya agar bisa menjaga komitmennya.
"Saya mau orang-orang yang mau berjuang dan mati untuk Partai Golkar . Kita punya pengalaman menang, kita harus berada pada pola terbaik membawa marwah Golkar ke puncak," tegasnya.
Baca juga:Tiga Komisioner Bawaslu Sulsel Ingin Naik Kelas ke Pusat
Mantan Calon Wali Kota Makassar ini pun menargetkan bisa segera merampungkan struktur pengurus hingga kecamatan. Ia berharap bisa tuntas tahun ini.
"Targetnya sebelum 31 Desember karena seluruh kegiatan partai ini ujungnya adalah pemenangan, elektoral. Jadi konsolidasi itu harus selesai dalam waktu yang tepat," tandasnya.
Menariknya, Appi sapaannya membawa gerbong PSM ke Golkar Makassar. Beberapa panitia, mantan pemain hingga suporter Juku Eja menjadi pengurus Beringin rimbun itu.
Baca juga:Appi Target Golkar Makassar Raih 10 Kursi di Pileg 2024
Tiga nama pertama yakni Sumirlan, Bahar Muharram dan Irvin Museng. Ketiganya memang merupakan mantan pemain PSM beda generasi.
Sumirlan ialah mantan Direktur PSM, sekaligus eks kapten Juku Eja era 80-an. Ia juga pernah maju calon legislatif (Caleg) pada 2019 lalu melalui PPP. Di Golkar Makassar , ia menjadi Wakil Ketua Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan.
Bahar Muharram menjabat sebagai anggota bagian pemenangan pemilu wilayah IV. Saat ini, ayah Asnawi Mangkualam itu merupakan asisten pelatih PSM .
Irvin Museng dipercaya sebagai Ketua Bagian Infrastruktur. Jebolan top skor piala dunia junior ini memang merupakan pebisnis di bidang bangunan atau kontraktor.
Selanjutnya Sauleng Rauf diberi amanah sebagai Ketua Bagian Penggalangan Massa. Di Juku Eja, ia menjadi security officer dan Vice Chairman LOC PSM.
Baca juga:Golkar Barru Gelar Vaksinasi Gratis untuk Ratusan Warga
Ali Gauli Arief dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Tani, Nelayan dan Kemaritiman. Di PSM, ia menjabat sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan.
Sementara Azis Djarre diberikan posisi sebagai Ketua Bagian Informasi Teknologi. Di PSM, ia menjabat sebagai Koordinator tiket.
Adapun Sadakati Sukma diberi amanah sebagai Ketua Bagian Kaderisasi. Sadat sapaannya merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Red Gank, salah satu suporter terbesar Juku Eja.
Sadat membenarkan ia bergabung ke Golkar Makassar . "Kuning (Golkar) dulu toh, nanti lagi merah (PSM)," singkatnya.
Baca juga:Komisioner KPU Sulsel Belum Kepikiran Berkiprah di Pusat
Sekretaris DPD II Golkar Makassar , Irianto Ahmad mengatakan pihaknya tak asal memasang nama orang sebagai pengurus. Melainkan sudah mendapatkan persetujuan dengan yang bersangkutan.
"Kita menginginkan komitmen pribadi terhadap organisasi. Dan mereka sudah melakukan itu. Iya, sebelum pengesahan kepengurusan (pakta integritasnya). Jadi kalau mereka memang tidak mau, ya kita ganti," kata Anto pada Selasa (9/11).
Soal gerbong PSM yang menjadi pengurus Golkar Makassar , Anto menuturkan tak melihat dari sisi itu. Namun melihat setiap usaha kader bagaimana bisa membesarkan Golkar.
"Bukan kita melihat dari hubungan itu. Tapi kita melihat kemampuan pribadi dalam berorganisasi. Khususnya berpartai politik," ujarnya.
Walau begitu, Anto menerangkan Golkar Makassar akan tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus. Jika dinilai tak berkontribusi, maka siap-siap saja diganti.
Baca juga:Pastikan Musdalub Tanpa Keputusan, DPP Hanura Kaji Masukan 16 DPC di Sulsel
"Makanya ada evaluasi yang akan kita lakukan setiap semester, misal 9 bulan atau 1 tahun sekali. Apalagi ini sudah mendekati verifikasi. Makanya kita akan melihat kinerja dari pengurus," terangnya.
Eks Dirut PD Parkir Kota Makassar ini menjelaskan, selanjutnya semua pengurus diminta melakukan konsolidasi internal. Lalu memaparkannya kepada pengurus teras.
"Kita akan berikan tugas-tugas awal dengan mereka melakukan konsolidasi setiap bidang. Misalnya wakil ketua, sekretarisnya dan kepala bagiannya. Dan apa yang mereka lahirkan dari konsolidasikan, demi kerja-kerja elektoral partai dan kepentingan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Appi menegaskan bahwa mereka yang menjadi pengurus sudah siap bekerja keras untuk Golkar. Ia pun mendorong kepada semua pengurusnya agar bisa menjaga komitmennya.
"Saya mau orang-orang yang mau berjuang dan mati untuk Partai Golkar . Kita punya pengalaman menang, kita harus berada pada pola terbaik membawa marwah Golkar ke puncak," tegasnya.
Baca juga:Tiga Komisioner Bawaslu Sulsel Ingin Naik Kelas ke Pusat
Mantan Calon Wali Kota Makassar ini pun menargetkan bisa segera merampungkan struktur pengurus hingga kecamatan. Ia berharap bisa tuntas tahun ini.
"Targetnya sebelum 31 Desember karena seluruh kegiatan partai ini ujungnya adalah pemenangan, elektoral. Jadi konsolidasi itu harus selesai dalam waktu yang tepat," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :