Menara Syahbandar, Menolak Punah Meski Dikepung Derap Pembangunan (2-Tamat)

Minggu, 07 November 2021 - 05:37 WIB
loading...
A A A
Pada Desember 2014, arkeolog asal Belanda sekaligus peneliti Indonesian Heritage Society Arnold Haag berhasil merampungkan penelitian terhadap menara-menara yang ada di kompleks Museum Bahari, satu di antaranya adalah Menara Syahbandar. Kopian dokumen hasil penelitian juga disimpan oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta. Arnold memastikan, ukuran batu prasasti dengan tulisan Cina yang ada di Gedung Tera persisnya 50 x 56 cm. Batu ini memperingati (menunjukkan) bahwa Meridian Utama atau garis bujur asal (nol) melewati titik ini.

menara2
Batu Prasasti Titik Nol Kilometer Jakarta beraksara Cina,
berukuran 50 x 56 cm, di Gedung Meridien Utama (Gedung Tera)
samping kiri gedung utama Menara Syahbandar. Foto: Sabir Laluhu.


"Tertulis, kiri: kantor survei, kanan: asal garis bujur. Batu yang berwarna hitam itu berukuran 50 x 56 cm tidak diketahui siapa yang menempatkan batu di sini dan kapan waktu batu ditempatkan di sini. Mengapa karakter Cina yang digunakan juga tidak diketahui," bunyi kopian dokumen hasil penelitian Arnold Haag yang diperoleh KORAN SINDO.

Arnold melanjutkan, untuk batu prasasti dengan aksara Cina berukuran persegi panjang yang ada di lantai 1 Ruang Menara Syahbandar adalah batu nisan. Tulisannya kurang lebih memiliki arti, makam seorang kepala keluarga bernama Huang Chi Weng pada masa Kerajaan Guang Xu padatahun 14 Kerajaan Guang Xu (1888 Masehi). Menurut Arnold, dua batu prasasti beraksara itu bisa saja dibuat pada waktu yang sama, kira-kira tahun 1888.

baca juga: Di Era Gubernur DKI Jakarta Ini Monas dan Patung Selamat Datang Dibangun

Firman menceritakan, dahulu kala di Gedung Tera terdapat alat seperti tiang yang menjadi penanda waktu internasional dan garis meridian utama. Di masa penjajahan Belanda, fungsi Menara Syahbandar adalah menara pemantau (uitkijk) lalu lintas kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa dan kantor pabean. Di masa penjajahan Jepang, fungsinya sempat berubah sebagai gudang logistik. Selain itu, ada cerita yang beredar bahwa di kompleks Menara Syahbandar terdapat terowongan bawah tanah yang menuju atau ujungnya mengarah ke kawasan Kota Tua dan kompleks Monumen Nasional (Monas).

menara3
Penjara bawah tanah di bawah gedung utama Menara Syahbandar.
Foto: Sabir Laluhu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Rekomendasi
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved