BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Periode Sepekan ke Depan
Sabtu, 06 November 2021 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
"MJO, gelombang rossby ekuatorial, dan gelombang kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dilewatinya," bebernya.
Fenomena MJO dan gelombang kelvin, lanjut dia, bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada kelvin skala harian.
Sebaliknya, fenomena gelombang rossby bergerak dari arah Samudra Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun kelvin, ketika gelombang rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," tuturnya. Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Ibu Kota Hujan Ringan dan Berawan
Ada pun untuk periode tiga hari ke depan (5-7 November), berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak, wilayah provinsi yang berpotensi dampak banjir dan banjir bandang dengan kategori siaga adalah Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Babel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Fenomena MJO dan gelombang kelvin, lanjut dia, bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada kelvin skala harian.
Sebaliknya, fenomena gelombang rossby bergerak dari arah Samudra Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun kelvin, ketika gelombang rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," tuturnya. Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Ibu Kota Hujan Ringan dan Berawan
Ada pun untuk periode tiga hari ke depan (5-7 November), berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak, wilayah provinsi yang berpotensi dampak banjir dan banjir bandang dengan kategori siaga adalah Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Babel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
(don)
Lihat Juga :