Ziarah Puja Bhakti Raja Hayam Wuruk demi Langgengkan Kekuasaan dan Hormati Leluhur
Kamis, 04 November 2021 - 06:49 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya Hayam Wuruk berkunjung ke lokasi tersebut dengan berjalan kaki dan biasanya diiringi segenap pembesar - pembesar pemerintah pusat Majapahit.
Tercatat pada tahun 1355 Masehi, Hayam Wuruk juga melakukan perjalanan lumayan jauh ke Pajang, kemudian ke Lasem, yang berada di Rembang, Jawa Tengah pada 1354 Masehi, perjalanan ke pantai selatan (1357 M), dia juga pernah melalui hutan terus ke Lodaja, Teto, Sideman, pada 1359 Masehi. Hayam Wuruk juga tercatat pernah mengunjungi Lumajang sekitar bulan Agustus - September 1359 Masehi atau 1281 Saka, pada peninggalan agama Hindu.
Perhatian Hayam Wuruk terhadap desa - desa dan bangunan ternyata juga disambut oleh para penghuni desa dan warga yang didatangi. Perjalanan berkeliling itu dimaksud untuk menyaksikan sendiri keadaan kehidupan rakyat kecil di desa - desa di wilayah Majapahit.
Baca juga: Tuah Sumpah Palapa Gajah Mada yang Membungkam Kecongkakan Para Pembesar Kerajaan Majapahit
Kunjungan ini juga sekaligus untuk menyaksikan pelaksanaan amanat beliau sendiri kepada petugas pemerintah pusat di daerah. Mengingat Hayam Wuruk adalah pribadi yang tak puas dengan hanya menerima laporan saja. Hayam Wuruk ingin menyaksikan sendiri keadaan rakyat di desa - desa yang sulit dikunjungi orang sekalipun.
Oleh sebab itu Hayam Wuruk kerap kali menelusuri wilayah - wilayah di sulit diakses, bahkan hingga tepi laut. Konon perjalanan Hayam Wuruk dan pejabat Majapahit ini kerap memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Betapa pun tempat yang sulit dijangkau dan tersembunyi, Hayam Wuruk menyempatkan diri untuk mengunjungi rakyatnya di pelosok wilayah. Kunjungan inilah yang juga membuat masyarakat nyaman dan aman. Bahkan para pendeta, para resi, dan para petapa yang kerap tinggal di pantai, gunung, hutan belantara, dan tempat - tempat sunyi untuk bertapa brata, bersemedi merasa aman. (sumber: wikipedia dan buku)
Tercatat pada tahun 1355 Masehi, Hayam Wuruk juga melakukan perjalanan lumayan jauh ke Pajang, kemudian ke Lasem, yang berada di Rembang, Jawa Tengah pada 1354 Masehi, perjalanan ke pantai selatan (1357 M), dia juga pernah melalui hutan terus ke Lodaja, Teto, Sideman, pada 1359 Masehi. Hayam Wuruk juga tercatat pernah mengunjungi Lumajang sekitar bulan Agustus - September 1359 Masehi atau 1281 Saka, pada peninggalan agama Hindu.
Perhatian Hayam Wuruk terhadap desa - desa dan bangunan ternyata juga disambut oleh para penghuni desa dan warga yang didatangi. Perjalanan berkeliling itu dimaksud untuk menyaksikan sendiri keadaan kehidupan rakyat kecil di desa - desa di wilayah Majapahit.
Baca juga: Tuah Sumpah Palapa Gajah Mada yang Membungkam Kecongkakan Para Pembesar Kerajaan Majapahit
Kunjungan ini juga sekaligus untuk menyaksikan pelaksanaan amanat beliau sendiri kepada petugas pemerintah pusat di daerah. Mengingat Hayam Wuruk adalah pribadi yang tak puas dengan hanya menerima laporan saja. Hayam Wuruk ingin menyaksikan sendiri keadaan rakyat di desa - desa yang sulit dikunjungi orang sekalipun.
Oleh sebab itu Hayam Wuruk kerap kali menelusuri wilayah - wilayah di sulit diakses, bahkan hingga tepi laut. Konon perjalanan Hayam Wuruk dan pejabat Majapahit ini kerap memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Betapa pun tempat yang sulit dijangkau dan tersembunyi, Hayam Wuruk menyempatkan diri untuk mengunjungi rakyatnya di pelosok wilayah. Kunjungan inilah yang juga membuat masyarakat nyaman dan aman. Bahkan para pendeta, para resi, dan para petapa yang kerap tinggal di pantai, gunung, hutan belantara, dan tempat - tempat sunyi untuk bertapa brata, bersemedi merasa aman. (sumber: wikipedia dan buku)
(nic)
Lihat Juga :