Peneliti Temukan Hasil Obat Kutu untuk Obati Covid-19
Rabu, 22 April 2020 - 13:28 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto/Daily Maverick
A
A
A
CHICAGO - Studi pendahuluan dalam mengobati virus corona baru atau Covid-19 telah dilakukan pada obat antiparasit yang digunakan untuk mengobati kutu kepala. Hasil uji coba ini menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.
"Menemukan terapi yang aman, terjangkau, dan tersedia seperti ivermectin, jika terbukti efektif dengan evaluasi yang ketat, memiliki potensi untuk menyelamatkan banyak nyawa," kata Dr Nirav Shah, seorang spesialis penyakit menular di NorthShore University HealthSystem seperti dilansir Fox News, baru-baru ini.
Ivermectin yang dikembangkan pada 1970 dan 1980-an kali pertama digunakan untuk mengobati cacing gelang kecil yang disebut nematoda pada sapi. Kemudian untuk kebutaan sungai (onchocerciasis atau robles) pada manusia, dan yang paling baru untuk menghilangkan kutu kepala.
Kecakapan antiparasit obat itu telah memasukkannya ke dalam daftar obat-obatan esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Baru-baru ini, tim ilmuwan Australia telah mempelajari ivermectin in vitro sehubungan dengan pandemi Covid-19.
"Kami menemukan bahwa bahkan dosis tunggal pada dasarnya dapat menghapus semua viral load selama 48 jam dan bahkan pada 24 jam, ada pengurangan yang sangat signifikan dalam hal itu," jelas Dr Kylie Wagstaff, pemimpin tim dari Monash Biomedicine Discovery Institute di Melbourne.
"Menemukan terapi yang aman, terjangkau, dan tersedia seperti ivermectin, jika terbukti efektif dengan evaluasi yang ketat, memiliki potensi untuk menyelamatkan banyak nyawa," kata Dr Nirav Shah, seorang spesialis penyakit menular di NorthShore University HealthSystem seperti dilansir Fox News, baru-baru ini.
Ivermectin yang dikembangkan pada 1970 dan 1980-an kali pertama digunakan untuk mengobati cacing gelang kecil yang disebut nematoda pada sapi. Kemudian untuk kebutaan sungai (onchocerciasis atau robles) pada manusia, dan yang paling baru untuk menghilangkan kutu kepala.
Kecakapan antiparasit obat itu telah memasukkannya ke dalam daftar obat-obatan esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Baru-baru ini, tim ilmuwan Australia telah mempelajari ivermectin in vitro sehubungan dengan pandemi Covid-19.
"Kami menemukan bahwa bahkan dosis tunggal pada dasarnya dapat menghapus semua viral load selama 48 jam dan bahkan pada 24 jam, ada pengurangan yang sangat signifikan dalam hal itu," jelas Dr Kylie Wagstaff, pemimpin tim dari Monash Biomedicine Discovery Institute di Melbourne.