alexametrics

Insiden Tungku Meledak, PT ITFA Siap Bertanggung Jawab Terhadap Korban

loading...
Insiden Tungku Meledak, PT ITFA Siap Bertanggung Jawab Terhadap Korban
Manajamen PT Indo Tama Fero Alloy (ITFA) mengaku siap bertanggung jawab atas insiden meledaknya tungku peleburan bijih besi hingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PURWAKARTA - Manajamen PT Indo Tama Fero Alloy (ITFA) mengaku siap bertanggung jawab atas insiden meledaknya tungku peleburan bijih besi hingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Manajamen PT Indo Tama Fero Alloy (ITFA) mengaku siap bertanggung jawab atas insiden meledaknya tungku peleburan bijih besi hingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Tanggung jawab tersebut berkaitan dengan korban dan proses hukum yang saat ini ditangani Polres Purwakarta.

"Kami akan selalu menghormati dan menghargai terhadap proses hukum atas musibah ini. Begitu pula terhadap korban yang merupakan karyawan kami tentu saja kami juga ikut bertanggung jawab," ungkap Humas PT Indo Tama Fero Alloy, Engkun Kurniadi kepada SINDOnews di Mapolres Purwakarta, Kamis (4/6/2020).

Tanggung jawab terhadap korban, terang dia, khusus untuk yang meninggal dunia, perusahaan menanggung biaya untuk 100 hari, baik biaya pemakaman atau pun tahlilan. Santunan juga diberikan kepada korban luka-luka. "Hanya saja besarannya belum bisa kami sampaikan," ujarnya. (Baca juga; Tungku Peleburan Bijih Besi Meledak, 1 Meninggal, 7 Luka-luka)



Menurut dia, dengan adanya musibah ini menjadi pelajaran bagi perusahaannya yang bergerak di bidang peleburan mangan menjadi bijih besi itu, untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan. Baginya sangat tidak berharap peristiwa tersebut terulang kembali. (Baca juga; Tungku Bijih Besi Meledak Diduga Kelebihan Kapasitas)

"Guna menentukan aspek yang harus diperbaiki, kami menunggu proses hukum di Polres Purwakarta. Sebab jika menilik dari fakta di lapangan, karyawan kami sudah menggunakan alat keselamatan kerja. Termasuk juga menggunakan alat pelindung diri (APD). Sembari menjalani proses hukum aktivitas produksi di perusahaan untuk sementara berhenti," ungkapnya.

Sekadar mengulas, PT Indo Tama Fero Aloy, yang berlokasi di Jalan industri Km10 Kampung Congeang, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, itu mengalami insiden meledaknya tungku peleburan bijih besi. Akibat dari ledakan itu satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tujuh lainnya luka-luka dan harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Rama Hadi, Purwakarta.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak