Ini Kondisi Panti Jompo Penampung Trimah Lansia yang Diserahkan 3 Anaknya
Senin, 01 November 2021 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan pun dikatakan Nur Hadi, dimulai hingga akhirnya selesai pada awal 2021 lalu. Tercatat tiga lembaga donatur turut mengembangkan bangunan Griya Lansia Husnul Khatimah, mulai dari Nurul Hayat, Sahabat Yatim Dhuafa, dan Galena.
"Biaya pembangunan dari ketiganya, tiga lembaga ini yang mempromotorinya. Saat ini total ada 18 kamar, plus tiga bangsal, kapasitas maksimal 60 orang lansia. Ini sudah penuh. Ada yang meninggal kemarin sudah ada yang mau masuk," paparnya.
Para penghuni panti ini berasal dari berbagai macam latar belakang, mulai dari para gelandangan, lansia yang terlantar tak mampu, yang diserahkan oleh para relawan dari seluruh Indonesia.
"Harus terlantar, atau kalau tidak, ditelantarkan sama keluarganya, terus bukan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), dan panti kami bukan panti komersial gratis 100 persen. Kiriman harus ada surat keterangan RT RW setempat bahwa benar - benar terlantar. Kiriman dari dinsos (dinas sosial) berbagai daerah, Jombang, Kediri, Tuban, Tulungagung, hampir merata kalau Jawa Timur," jelasnya.
Untuk merawat 60 lansia pengasuh mengandalkan empat orang perawat panti. Mereke bertugas merawat para lansia, mulai menyuapi mereka yang tidak bisa makan, mengganti pampers, hingga memandikan.
"Empat orang bertanggungjawab ke 60, orang. Semuanya yang merawat empat orang itu, sebenarnya ya kurang, tapi ya sulit untuk mencari. Sering ada yang mau masuk begitu langsung mundur, kita memang kurang untuk tenaganya," tukasnya.
"Biaya pembangunan dari ketiganya, tiga lembaga ini yang mempromotorinya. Saat ini total ada 18 kamar, plus tiga bangsal, kapasitas maksimal 60 orang lansia. Ini sudah penuh. Ada yang meninggal kemarin sudah ada yang mau masuk," paparnya.
Para penghuni panti ini berasal dari berbagai macam latar belakang, mulai dari para gelandangan, lansia yang terlantar tak mampu, yang diserahkan oleh para relawan dari seluruh Indonesia.
"Harus terlantar, atau kalau tidak, ditelantarkan sama keluarganya, terus bukan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), dan panti kami bukan panti komersial gratis 100 persen. Kiriman harus ada surat keterangan RT RW setempat bahwa benar - benar terlantar. Kiriman dari dinsos (dinas sosial) berbagai daerah, Jombang, Kediri, Tuban, Tulungagung, hampir merata kalau Jawa Timur," jelasnya.
Untuk merawat 60 lansia pengasuh mengandalkan empat orang perawat panti. Mereke bertugas merawat para lansia, mulai menyuapi mereka yang tidak bisa makan, mengganti pampers, hingga memandikan.
"Empat orang bertanggungjawab ke 60, orang. Semuanya yang merawat empat orang itu, sebenarnya ya kurang, tapi ya sulit untuk mencari. Sering ada yang mau masuk begitu langsung mundur, kita memang kurang untuk tenaganya," tukasnya.
(msd)
Lihat Juga :