Banjir Melanda Setu Tangerang Selatan, Puluhan Warga Mengungsi
Senin, 01 November 2021 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BPBD Kota Tangsel telah mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak berupa alat kebersihan. Bantuan yang diberikan ember, sapu lidi, sapu lantai, sikat gagang, pel gagang, dan pembersih lantai seluruhnya masing-masing 40 buah.
Baca juga: 6 Provinsi Siaga Banjir dan Banjir Bandang
Hingga saat ini BPBD masih terus memonitoring dan berkoordinasi dengan pihak lingkungan setempat untuk melakukan penanganan pasca kejadian. Menurut pantauan Tim Lapangan BPBD banjir masih menggenangi perumahan warga meski air sudah berangsur surut.
Menurut prakiraan cuaca tiga harian BMKG, Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang/lebat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga Selasa (2/11/2021). Wilayah Provinsi Banten yang juga berpotensi mengalami hal serupa adalah Kabupaten Pandeglang dan sebagian besar wilayah Kabupaten Lebak.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi La Nina di Indonesia yang dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022. Fenomena tersebut dapat menimbulkan beberapa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan puting beliung.
Baca juga: 6 Provinsi Siaga Banjir dan Banjir Bandang
Hingga saat ini BPBD masih terus memonitoring dan berkoordinasi dengan pihak lingkungan setempat untuk melakukan penanganan pasca kejadian. Menurut pantauan Tim Lapangan BPBD banjir masih menggenangi perumahan warga meski air sudah berangsur surut.
Menurut prakiraan cuaca tiga harian BMKG, Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang/lebat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga Selasa (2/11/2021). Wilayah Provinsi Banten yang juga berpotensi mengalami hal serupa adalah Kabupaten Pandeglang dan sebagian besar wilayah Kabupaten Lebak.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi La Nina di Indonesia yang dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022. Fenomena tersebut dapat menimbulkan beberapa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan puting beliung.
(thm)
Lihat Juga :