Banjir Melanda Setu Tangerang Selatan, Puluhan Warga Mengungsi

Senin, 01 November 2021 - 08:45 WIB
loading...
Banjir Melanda Setu...
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (31/10/2021) sore. Foto: BPBD Kota Tangsel
A A A
TANGERANG - Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (31/10/2021) sore. Banjir sedalam 60 cm hingga 1 meter memaksa warga mengungsi ke posyandu dan rumah kerabat.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancam Jabodetabek, BMKG: Hujan Lebat Bisa Lebih dari 50 MM per Hari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan melaporkan sebanyak 31 KK terdampak dan 31 rumah terendam banjir. Saat ini sebagian warga masih berada di posko pengungsian.

“Warga diungsikan di posyandu dan rumah warga lainnya. Kita pasang tenda milik warga sekitar di depan posyandu,” ujar Essa Nugraha dari BPBD Kota Tangerang Selatan, Senin (1/11/2021).



Dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BPBD Kota Tangsel telah mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak berupa alat kebersihan. Bantuan yang diberikan ember, sapu lidi, sapu lantai, sikat gagang, pel gagang, dan pembersih lantai seluruhnya masing-masing 40 buah.

Baca juga: 6 Provinsi Siaga Banjir dan Banjir Bandang

Hingga saat ini BPBD masih terus memonitoring dan berkoordinasi dengan pihak lingkungan setempat untuk melakukan penanganan pasca kejadian. Menurut pantauan Tim Lapangan BPBD banjir masih menggenangi perumahan warga meski air sudah berangsur surut.

Menurut prakiraan cuaca tiga harian BMKG, Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang/lebat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga Selasa (2/11/2021). Wilayah Provinsi Banten yang juga berpotensi mengalami hal serupa adalah Kabupaten Pandeglang dan sebagian besar wilayah Kabupaten Lebak.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi La Nina di Indonesia yang dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022. Fenomena tersebut dapat menimbulkan beberapa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan puting beliung.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Rekomendasi
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
3 Jenderal TNI Asli...
3 Jenderal TNI Asli Makassar Berkarier Moncer, Harumkan Sulawesi Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved