Tuah Sumpah Palapa Gajah Mada yang Membungkam Kecongkakan Para Pembesar Kerajaan Majapahit

Senin, 25 Oktober 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Tak seperti biasanya walaupun Gajah Mada sering berhadapan dengan musuh lebih besar dan lebih kuat dan memiliki peralatan perang serba lengkap. Tetapi menghadapi Kerajaan Bali Aga, ada rasa takut dan ragu-ragu menyelinap pada diri Gajah Mada.

Tetapi sumpah Palapa Gajah Mada yang akan mempersatukan nusantara harus terlaksana. Karena itu Gajah Mada dan punggawa Kerajaan Majapahit mengatur siasat untuk membunuh Kebo Iwa agar bisa menguasai Kerajaan Bali Aga.

Lalu diutus seorang untuk menjemput Kebo Iwa yang ditinggal Gajah Mada di daerah Banyuwangi.

Gajah Mada lalu menyambut kedatangan Kebo Iwa lalu dan mengajukan permintaan kepadanya agar berkenan membuat sumur air yang nantinya akan dipersembahkan untuk wanita calon pendampingnya dan bisa dimanfaatkan rakyat Majapahit yang saat ini sedang kekurangan air.

Kebo Iwa memiliki jiwa besar dan lurus hatinya, akhirnya dia pun meluluskan permintaan tersebut.

Lalu Kebo Iwa segera membuat sebuah sumur air di tempat yang telah ditentukan. Dalam waktu yang cukup singkat, sumur telah tergali cukup dalam. Namun belum ada mata air yang keluar.

Sementara di atas lubang sumur yang digali Kebo Iwa, para prajurit Majapahit terlihat berkerumun, nampak mereka memusatkan perhatian pada Gajah Mada. Seakan mereka menantikan sesuatu perintah.

Tiba-tiba Gajah Mada memerintahkan untuk menimbun sumur yang digali Kebo Iwa dengan batu. Seketika itu juga, para prajurit menimbun kembali lubang sumur yang sedang dibuat Kebo Iwa.

Nampak Kebo Iwa sangat terkejut dan berusaha menahan jatuhnya batu. Dalam waktu yang singkat, lubang sumur itu pun tertutup rapat. Mengubur Kebo Iwa di dalamnya.
Tapi tiba-tiba timbunan batu melesat ke segala penjuru, menghantam prajurit Majapahit.

Batu-batu yang ditimbun melesat kembali ke angkasa dibarengi dengan teriakan prajurit Majapahit yang terhempas. Dari dalam sumur, keluarlah Kebo Iwa, yang ternyata masih terlalu kuat untuk dikalahkan.

Kebo Iwa lalu menyerang Gajah Mada dengan kemarahan dan dendam. Akibat amarah dan dendam yang dirasakan Kebo Iwa, pertempuran berlangsung sengit.

Disela-sela saling serang Gajah Mada berteriak, ”Untuk memersatukan dan memperkuat nusantara, segenap kerajaan hendaklah dipersatukan terlebih dahulu. Dan kau berdiri di garis yang salah sebagai seorang penghalang,” katanya.

Pertempuran antara keduanya masih berlangsung hebat, namun amarah Patih Kebo Iwa mulai menyurut. Rupanya saat Kebo Iwa bertempur dia berpikir harus membuat keputusan yang sulit.

Kata Kebo Iwa dalam hati kecilnya," Kerajaan Bali pada akhirnya akan dapat ditaklukkan oleh usaha yang kuat dari orang ini (Gajah Mada). Keinginannya untuk mempersatukan nusantara agar menjadi kuat kiranya dapat aku mengerti kini. Namun apabila, aku menyetujui niatnya dan ragaku masih hidup, apa yang akan aku katakan nantinya pada Baginda Raja Bali sebagai sangkalan atas sebuah prasangka pengkhianatan,".

Lalu Kebo Iwa berkata, “Wahai Patih Gajah Mada ! Cita-citamu untuk membuat nusantara menjadi satu dan kuat kiranya dapat aku mengerti. Namun selama ragaku tetap hidup sebagai abdi rajaku, aku akan menjadi penghalangmu. Maka, taklukkan aku, hilangkan kesaktianku dengan menyiramkan bubuk kapur ke tubuhku,''.

Pernyataan Kebo Iwa rupanya membuat terkesiap Gajah Mada. Namun Gajah Mada yang mengerti atas keinginan Kebo Iwa, lalu menghantamkan tangannya ke batu kapur, batu itupun luluh lantak menjadi serpihan bubuk.

Gajah Mada menyapukan bubuk tersebut ke arah Kebo Iwa dengan ilmunya, bubuk kapur menyelimuti tubuh sang patih. Nampak Kebo Iwa, sesak napasnya oleh karena bubuk kapur tersebut.

Kiranya bubuk kapur tersebut membuat pernapasan Kebo Iwa menjadi terganggu, hal tersebut mengakibatkan kesaktian Kebo Iwa menjadi lenyap.

Gajah Mada lalu melesat dan menusukkan kerisnya ke tubuh Kebo Iwa. Dengan gugurnya Kebo Iwa maka satu kekuatan besar Kerajaan Bali dapat dilumpuhkan. (sumber: wikipedia/berbagai sumber)
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved