BBKP Kawal Upaya Peningkatan Ekspor Sarang Walet Asal Sulsel

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 15:17 WIB
loading...
BBKP Kawal Upaya Peningkatan...
Kepala BBKP Makassar Lutfie Natsir memberikan keterangan pers kepada awak media seusai Sosialisasi Karantina Pertanian, Kamis (21/10) malam. Foto: Tri Hari Kurniawan
A A A
MAKASSAR - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar terus berupaya mendorong peningkatan ekspor sejumlah komoditas unggulan asal Sulsel. Salah satunya sarang walet , yang rumah produksinya cukup banyak di sejumlah kabupaten/kota. Hanya saja, memang masih perlu pendampingan dan pembinaan agar kualitasnya sesuai permintaan negara tujuan, seperti China dan Vietnam.

Kepala BBKP Makassar, Lutfie Natsir, menyampaikan potensi sarang walet Sulsel untuk diekspor sangat besar. Namun, terkendala karena belum adanya rumah proses alias rumah processing. Kondisi itu membuat komoditas sarang walet yang diproduksi di Sulsel, tidak bisa langsung diekspor ke negara tujuan lantaran harus melalui rumah proses di Surabaya terlebih dahulu.

Baca Juga: BBKP Makassar Target Semua Daerah di Sulsel Bisa Lakukan Ekspor

"Potensi sarang walet kita sangat luar biasa. Cuma memang belum dikelola dengan baik, masih tradisional cara memanennya. Semisal itu bulu waletnya, harusnya memang dibersihkan karena akan berpengaruh ke nilai," kata Lutfie, saat acara Sosialisasi Karantina Pertanian , di salah satu kafe di Kota Makassar, Kamis (21/10) malam.

"Tentu value juga akan lebih besar kalau ekspor dari sini (Makassar) ke China dan Vietnam, tetapi rumah processing ada di sana (Surabaya)," sambung mantan Kepala Inspektorat Sulsel itu.

Terkait ekspor sarang walet , ia mengungkapkan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan seperti China sangat ketat. Terdapat lembaga khusus yakni General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) yang melakukan pemeriksaan terkait kelayakan komoditas yang hendak masuk di negara Tirai Bambu.

Lutfie melanjutkan guna mendongkrak peningkatan nilai ekspor sarang walet , pihaknya akan melakukan pengawalan di daerah-daerah yang memang memiliki potensi. Salah satunya yakni Kabupaten Bone, dimana pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan nota kesepahaman alias Mou terkait pembinaan untuk peningkatan nilai ekspor sarang walet.

Selain mengawal upaya peningkatan ekspor, Lutfie menekankan pihaknya tetap fokus pada tugas utama yakni memastikan seluruh komoditas aman dari hama penyakit atau organisme pengganggu. Untuk itu, seluruh pintu pemasukan dan pintu pengeluaran di wilayah kerjanya terus dijaga.

"Selama 7 x 24 jam, petugas kita di lapangan terus siaga melaksanakan tugas. Ya karena kami (Balai Karantina Pertanian) merupakan garda terdepan untuk melindungi masyarakat, khususnya terkait kesehatan makanan dan hewan kita," tuturnya.

Baca Juga: BBKP Makassar Proyeksikan Bulukumba Jadi Percontohan Ekspor Manggis

Koordinator Bidang Karantina Hewan BBKP Makassar, Sri Utami, menambahkan terkait ekspor sarang walet , tugas utama pihaknya sebatas memastikan bahwa komoditas tersebut siap ekspor. Adapun soal pajak maupun kontribusi pendapatan ke daerah merupakan domain pemerintah daerah masing-masing.

"Potensi (sarang walet) Sulsel itu nomor empat se-Indonesia. Kalau bisa diproses dan dimaksimalkan memang bukan main PAD kita. Nah, itu tugasnya dinas terkait, termasuk pembinaan. Adapun kami tentunya siap memberikan support agar bisa ekspor ke China dan Vietnam untuk administrasinya," jelasnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
PLBN Aruk Gagalkan Penyelundupan...
PLBN Aruk Gagalkan Penyelundupan Daging Kelelawar Berisiko Penyakit Zoonosis
Selesai Dibangun, Pabrik...
Selesai Dibangun, Pabrik TEI Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal di Demak
Kemendag Bahas Usulan...
Kemendag Bahas Usulan Larangan Impor Singkong, Gubernur Lampung: Ini Kabar Baik bagi Petani!
Kebijakan Gubernur Lampung...
Kebijakan Gubernur Lampung Terkait Harga Dasar Singkong Bentuk Perlindungan Terhadap Petani
Bea Cukai Madura Bersama...
Bea Cukai Madura Bersama Balai Karantina Jatim Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Nego Tarif Trump, Indonesia...
Nego Tarif Trump, Indonesia Bakal Beli Komoditi Pertanian AS Rp75,4 Triliun
Ibas: RI-Meksiko Bisa...
Ibas: RI-Meksiko Bisa Tingkatkan Kerja Sama Pertanian dan Diversifikasi Komoditas Utama
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Berita Terkini
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved