Ibu dan Anak Dibunuh serta Dilucuti Pakaiannya, Yoris Tiba-tiba Didampingi 10 Pengacara

Kamis, 21 Oktober 2021 - 09:55 WIB
Ibu dan Anak Dibunuh serta Dilucuti Pakaiannya, Yoris Tiba-tiba Didampingi 10 Pengacara
Dua bulan lebih kasus pembunuhan ibu dan anak di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, belum kunjung terungkap. Anak sulung Tuti, kini didampingi 10 pengacara. Foto/iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
A A A
SUBANG - Sudah dua bulan lebih polisi belum mampu mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan ibu dan anak gadisnya, Tuti Suhartini (55), dan Amalia Mustika Ratu (23). Kini tiba-tiba anak pertama korban, Yoris Raja Amarullah, serta keponakannya, Danu didampingi pengacara.

Baca juga: Pembunuhan Istri dan Anak Gadisnya Belum Terungkap, Yosef Ancam Laporkan Youtuber

Tak main-main, Yoris dan Danu didampingi sebanyak 10 pengacara. Kondisi ini tentunya berbeda dengan awal-awal terjadinya pembunuhan di rumah korban di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.





Pada awalnya, Yoris enggan untuk didampingi oleh kuasa hukum. Dia selalu mendatangi sendiri proses pemeriksaan sebagai saksi di kantor polisi. Kala itu dia mengaku tak memerlukan kuasa hukum, karena korban pembunuhan merupakan ibu dan adik kandungnya.

Baca juga: Berdalih Pemerasan, Wartawan Korban Penyiraman Air Keras Dilaporkan Tersangka ke Polisi

Kini, Yoris, dan Danu resmi menggunakan jasa kuasa hukum. Hal itu terungkap, setelah Yoris menandatangani surat kuasa kepada tim kuasa hukum. Bahkan, tim kuasa hukum tersebut, juga telah mendatangi rumah keluarga kakak keempat Tuti Suhartini, Lilis.

Menurut tim kuasa hukum Yoris, Achmad Taufan, pihaknya datang ke Subang, untuk menggali informasi dan keterangan dari sejumlah saksi, tujuannya membantu penyelidikan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus pembunuhan ini.

Baca juga: Horee... Anak-anak Boleh Masuk Mall, Diberi Kado Balon di Pintu Masuk

"Selain itu, pendampingan hukum ini kami berikan karena saksi merasa tertekan oleh situasi yang berkembang. Apalagi, kasus pembunuhan ini belum ada tanda-tanda atau petunjuk yang mengarah kepada pelaku sebenarnya. Apabila menemukan kejanggalan dalam investgasi yang dilakukan, kami pastinya akan menginformasikan kepada polisi," terang Achmad.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1745 seconds (11.210#12.26)