Sadis, Muka Bocah 9 Tahun di Cirebon Melepuh usai Dipaksa Cium Knalpot Motor

Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:22 WIB
loading...
Sadis, Muka Bocah 9...
Muka bocah 9 tahun asal Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat melepuh usai dipaksa mencium knalpot sepeda motor. Foto/MPI/Fathnur Rohman
A A A
CIREBON - Muka bocah 9 tahun asal Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat melepuh usai dipaksa mencium knalpot sepeda motor. Penganiayaan terjadi pada Rabu sore, 13 Oktober 2021 lalu.

Ayah korban Ishak (45) menjelaskan, tanpa alasan yang jelas pelaku langsung mendatangi anaknya. Sebelum terjadinya penganiayaan itu, Ishak terpaksa meninggalkan anaknya sendirian di rumah.

Baca juga: Pelaku Penganiayaan Ditembak hingga Koma, Warga Desa Balebo Blokade Jalan Utama Luwu Utara

Sebab, ia harus menjemput istrinya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Menurut Ishak, pelaku masih berusia belasan tahun.

"Anak saya disiksa begini dikenyos (ditempel) ke knalpot. Kejadian jam 4 sore, waktu saya jemput ibunya. Enggak tahu, dari dulu sengit (benci) ke anak saya. Benci itu. Enggak tahu permasalahannya apa," kata Ishak, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya pelaku sudah menganiaya anaknya sebanyak dua kali. Ia pun pernah melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa. Namun, karena tak adanya saksi mata, laporan itu tidak diproses lebih lanjut.

Saat ini, Ishak sudah melaporkan kasus itu ke polisi. Ia menegaskan, laporan tersebut dimaksudkan untuk melindungi anaknya.

Baca juga: Parah! Tersangka Pinjol Ilegal Ditangkap di Jogja, Sebarkan Editan Foto Syur untuk Ancam Korban

"Saya laporkan ke desa, desa tidak komitmen alasannya itu enggak ada saksi kata. Oke saya diam. Ternyata kejadian lagi, anak saya di panggang di atas knalpot pipinya. Lehernya dipegang. Sampai giginya oglak," ujar Ishak.

"Orang tua pelaku enggak ada komitmen buat minta maaf. Itu tetangga. Laporan ke polres sudah. Proses hukum pasti, bukan saya mau menjebloskan anak tetangga, tidak. Intinya saya minta perlindungan anak saya. Saya gak punya etika jahat kepada pelaku," ungkapnya.

Ia menyerahkan semua proses hukum ke pihak kepolisian. Kini, ia sudah mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, untuk meminta pendampingan. Terutama, soal kondisi psikis dan mental anaknya.

"Saya pasrah sama gusti Allah, karena itu derita anak saya. Intinya mau minta perlindungan," ujarnya.

Sementara itu, usai menerima aduan tersebut Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah menerangkan, pihaknya berkomitmen akan memberikan pendampingan terhadap korban. Selain itu, korban pun akan mendapat perawatan medis untuk luka yang dideritanya.

"Untuk peristiwa penganiayaan ini karena anak memang di rumah tidak ada yang menemani, ya kan kerja. Bapaknya dagang bakso, ibunya asisten rumah tangga. Jadi untuk sementara anaknya kita amankan dulu di sini, di rumah aman. Kita rawat luka-lukanyanya. Kita juga akan konsultasikan ke dokter dan psikiater," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk proses hukum akan diserahkan sepenuhknya ke pihak kepolisian. Kendati begitu, pendampingan akan tetap dilakukan untuk menjaga kondisi mental korban. Selain itu, lanjutnya, KPAID Kabupaten Cirebon akan mengunjungi pelaku yang juga masih di bawah umur.

"Untuk proses hukum kami serahkan ke polisi. KPAID hanya menangani sebatas pendampingan untuk anak korbannya. Pelaku katanya masih anak di bawah umur, cuman pelaku nanti kami datangi juga. Penyebabnya apa, apakah mental pelaku seperti apa. Kita akan datangi juga pihak pelaku," ucap dia.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Batu Andesit Cirebon...
Batu Andesit Cirebon dan Pentingnya Peran Industri Lokal dalam PSN
55 Kendaraan Dilayani...
55 Kendaraan Dilayani di Bengkel CNG Cirebon selama Musim Mudik
Imbas Pembatasan Masuk...
Imbas Pembatasan Masuk Tol dan One Way, Antrean Truk dan Bus Mengular di Pantura Cirebon
Kena Fraud, OJK Suntik...
Kena Fraud, OJK Suntik Mati Perumda BPR Bank Cirebon
PLTU Cirebon-1 Batal...
PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Pemerintah Cari Alternatif yang Lebih Tua
Cium Anak Setiap Hari,...
Cium Anak Setiap Hari, Sunnah Rasul yang Sering Dilalaikan
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved