Lokot Nasution: Musda Partai Demokrat Sumut Harus Jadi Ajang Rekonsiliasi
Minggu, 17 Oktober 2021 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Selama di Medan, Lokot juga akan melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Sumut, Armyn Simatupang yang mendeklarasikan diri menjadi kandidat Ketua DPD di Musda Sumut.
Lokot juga menggelar pertemuan bersama Tondi dan Parlinsyah, yang komitmn menciptakan kompetisi yang sehat, dan mengedepankan semangat rekonsiliasi di ajang Musda. Kedua kader muda potensial Demokrat berusia 30-an tahun tersebut siap mengikuti dan patuh apapun keputusan DPP pada Musda nanti.
“Siapa pun yang akan dipilih oleh Ketua Umum AHY pada fit and proper test hasil Musda Sumut, akan saling dukung dan support. Tidak menyisakan “rasa sakit” apalagi memantik perpecahan. Tunduk pada keputusan DPP,” tegas Lokot.
Selanjutnya bersilaturahmi dengan Sekretaris DPD Sumut, Melizar Latief. Juga untuk menyampaikan pesan dan arahan Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK agar pelaksanaan Musda Sumut mengedepankan semangat rekonsiliasi. Tidak saling menjatuhkan apalagi mengakibatkan perpecahan yang dapat merugikan partai. Baca: Pelabuhan dan Pertanian Jantung Ekonomi Penentu Kejayaan Kerajaan Pajajaran.
“Kita tinggalkan pengalaman buruk Musda-musda yang lalu di Sumut. Partai Demokrat yang akan datang penuh tantangan. Perlu kekuatan, kesiapan serta kepemimpinan yang mampu mengimbangi dan menjabarkan arahan DPP. Kompetisi partai di 2024 sangat berat. Perlu sosok tangguh, bukan sekadar untuk mengincar jabatan. Soliditas partai lebih utama,” tegas Lokot. Baca Juga: Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin, 19 Pengunjung Kafe Dites Swab Petugas.
Seperti diketahui, persyaratan administratif untuk bisa maju di Musda Partai Demokrat cukup mengantongi KTA dan dukungan 20 persen DPC. Keputusan akhir ada pada tim tiga yakni, Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK setelah dilakukan fit and proper test. Layak atau tidaknya kandidat menjadi Ketua DPD.
Lokot juga menggelar pertemuan bersama Tondi dan Parlinsyah, yang komitmn menciptakan kompetisi yang sehat, dan mengedepankan semangat rekonsiliasi di ajang Musda. Kedua kader muda potensial Demokrat berusia 30-an tahun tersebut siap mengikuti dan patuh apapun keputusan DPP pada Musda nanti.
“Siapa pun yang akan dipilih oleh Ketua Umum AHY pada fit and proper test hasil Musda Sumut, akan saling dukung dan support. Tidak menyisakan “rasa sakit” apalagi memantik perpecahan. Tunduk pada keputusan DPP,” tegas Lokot.
Selanjutnya bersilaturahmi dengan Sekretaris DPD Sumut, Melizar Latief. Juga untuk menyampaikan pesan dan arahan Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK agar pelaksanaan Musda Sumut mengedepankan semangat rekonsiliasi. Tidak saling menjatuhkan apalagi mengakibatkan perpecahan yang dapat merugikan partai. Baca: Pelabuhan dan Pertanian Jantung Ekonomi Penentu Kejayaan Kerajaan Pajajaran.
“Kita tinggalkan pengalaman buruk Musda-musda yang lalu di Sumut. Partai Demokrat yang akan datang penuh tantangan. Perlu kekuatan, kesiapan serta kepemimpinan yang mampu mengimbangi dan menjabarkan arahan DPP. Kompetisi partai di 2024 sangat berat. Perlu sosok tangguh, bukan sekadar untuk mengincar jabatan. Soliditas partai lebih utama,” tegas Lokot. Baca Juga: Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin, 19 Pengunjung Kafe Dites Swab Petugas.
Seperti diketahui, persyaratan administratif untuk bisa maju di Musda Partai Demokrat cukup mengantongi KTA dan dukungan 20 persen DPC. Keputusan akhir ada pada tim tiga yakni, Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK setelah dilakukan fit and proper test. Layak atau tidaknya kandidat menjadi Ketua DPD.
(nag)
Lihat Juga :