Inilah Ragam Teknologi Pengolahan Sampah untuk Perkuat ITF Sarana Jaya
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 00:00 WIB
loading...
Perumda Pembangunan Sarana Jaya ditugaskan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk membangun dua Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) atau Intermediete Treatment Facility (ITF). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Perumda Pembangunan Sarana Jaya ditugaskan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk membangun dua Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) atau Intermediete Treatment Facility (ITF). Fasilitas itu untuk mengelola sampah di ibu kota.
Dalam proyek tersebut, beragam teknologi pengolahan sampah akan diterapkan secara tepat guna dan ramah lingkungan dengan cara perubahan bentuk, komposisi, karakteristik dan volume sampah. (Baca juga; Baru Pamer Keindahan, Taman Waduk Daan Mogot Sudah Dipenuhi Sampah )
Teknologi yang akan digunakan pada proyek tersebut, akan mengacu pada teknologi FPSA Tebet yang menggunakan teknologi Hydrodrive untuk pemusnahan sampah yang tak bisa dimanfaatkan secara organik dan ekonomi; serta pengolahan sampah organik Black Soldier Fly (BSF).
Inventor Teknologi Pengolahan Sampah Thermal Hydrodrive Djaka Winarso menyebut pihaknya yang telah memulai untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah sejak 2008, memilih menggunakan teknologi tersebut karena karakter sampah Indonesia yang cenderung basah dan biasanya tercampur antara organik dan anorganik.
"Itulah kenapa thermal, karena dia bisa menyelesaikan sampah dengan cepat dan volume yang signifikan dan itu yang kita butuhkan," kata Djaka dalam kegiatan webinar Balkoters Talk 'Olah Sampah dengan Teknologi Ramah Lingkungan' di Jakarta, Jumat (15/10/2021).
Teknologi yang digunakan dalam pemusnahan sampah dengan thermal hydrodrive, dijelaskan Djaka, memanfaatkan Superheated Steam (syntetic gas) menjadi katalisator untuk meningkatkan suhu pada furnace boiler (ruang bakar) sekaligus bahan bakar. (Baca juga; Pemkot Jakarta Barat Manfaatkan Lalat Hitam Olah Sampah Organik )
Dalam proyek tersebut, beragam teknologi pengolahan sampah akan diterapkan secara tepat guna dan ramah lingkungan dengan cara perubahan bentuk, komposisi, karakteristik dan volume sampah. (Baca juga; Baru Pamer Keindahan, Taman Waduk Daan Mogot Sudah Dipenuhi Sampah )
Teknologi yang akan digunakan pada proyek tersebut, akan mengacu pada teknologi FPSA Tebet yang menggunakan teknologi Hydrodrive untuk pemusnahan sampah yang tak bisa dimanfaatkan secara organik dan ekonomi; serta pengolahan sampah organik Black Soldier Fly (BSF).
Inventor Teknologi Pengolahan Sampah Thermal Hydrodrive Djaka Winarso menyebut pihaknya yang telah memulai untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah sejak 2008, memilih menggunakan teknologi tersebut karena karakter sampah Indonesia yang cenderung basah dan biasanya tercampur antara organik dan anorganik.
"Itulah kenapa thermal, karena dia bisa menyelesaikan sampah dengan cepat dan volume yang signifikan dan itu yang kita butuhkan," kata Djaka dalam kegiatan webinar Balkoters Talk 'Olah Sampah dengan Teknologi Ramah Lingkungan' di Jakarta, Jumat (15/10/2021).
Teknologi yang digunakan dalam pemusnahan sampah dengan thermal hydrodrive, dijelaskan Djaka, memanfaatkan Superheated Steam (syntetic gas) menjadi katalisator untuk meningkatkan suhu pada furnace boiler (ruang bakar) sekaligus bahan bakar. (Baca juga; Pemkot Jakarta Barat Manfaatkan Lalat Hitam Olah Sampah Organik )
Lihat Juga :