Fenomena Ikan Mabuk di Sungai Cisadane, Antara Mitos dan Penjelasan Ilmiah
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu, memang ditemukan mayat laki-laki di Sungai Cisadane. Dari keterangan yang berhasil didapat, diketahui pria itu bernama Rudi (22), warga Pasar Lama, Sukasari, Kota Tangerang. Sehari-hari, Rudi bekerja jadi manusia silver.
Mayat manusia silver itu ditemukan mengambang oleh warga sekitar yang sedang mencuci pakaian di Sungai Cisadane.
"Kebetulan kemaren itu ada yang meninggal manusia silver di Sungai Cisadane. Tetapi secara pengamatan arus, setiap ada air kiriman dari hulu, ikan terlihat tergulung-gulung oleh ombak dan terbentur sampah dan bebatuan," tambahnya.
Tetapi, secara ilmiah fenomena ikan mabok diduga akibat dampak dari turunnya PH atau kadar asam air sungai yang disebabkan oleh sejumlah sampah yang terdapat kandungan zat kimia, serta dugaan dampak limbah B3.
"Ya, karena ada limbah B3 yang sengaja dibuang ke Sungai Cisadane. Biasanya, limbah B3 itu mereka buang pada saat malam hari, hujan dan aliran air deras agar kamuflase dan tidak terlalu nampak," sambungnya.
Mayat manusia silver itu ditemukan mengambang oleh warga sekitar yang sedang mencuci pakaian di Sungai Cisadane.
"Kebetulan kemaren itu ada yang meninggal manusia silver di Sungai Cisadane. Tetapi secara pengamatan arus, setiap ada air kiriman dari hulu, ikan terlihat tergulung-gulung oleh ombak dan terbentur sampah dan bebatuan," tambahnya.
Tetapi, secara ilmiah fenomena ikan mabok diduga akibat dampak dari turunnya PH atau kadar asam air sungai yang disebabkan oleh sejumlah sampah yang terdapat kandungan zat kimia, serta dugaan dampak limbah B3.
"Ya, karena ada limbah B3 yang sengaja dibuang ke Sungai Cisadane. Biasanya, limbah B3 itu mereka buang pada saat malam hari, hujan dan aliran air deras agar kamuflase dan tidak terlalu nampak," sambungnya.
Lihat Juga :