Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

7.321 Warga Bandung Ternyata Terjerat Pinjaman Online Ilegal

loading...
7.321 Warga Bandung Ternyata Terjerat Pinjaman Online Ilegal
Ternyata 7.321 warga Bandung terjerat pinjaman online ilegal. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
BANDUNG - Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir Kota Bandung menemukan sekitar 7.321 warga Bandung ternyata terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal atau rentenir sejak tahun 2018 hingga 2021.

Ketua Umum Satgas Anti Rentenir, Atet Dedi Handiman mengatakan, dari jumlah 7.321 orang yang merasa menjadi korban tersebut, yang mendapat akses dari pinjaman online (pinjol) sekitar 4.000-an. Sedangkan sisanya dari rentenir perorangan atau yang berkedok koperasi dan ilegal.

Baca juga: Terjerat Pinjol, Ibu di Semarang Utang Rp5 Juta Beranak Pinak Jadi Rp200 Juta

"Kebanyakan ternyata koperasi-koperasi yang berpraktek sebagai rentenir itu bukan Koperasi Kota Bandung, dari luar kota. Jadi kita untuk melakukan tindakan yuridis sesuai dengan perkoperasian yang menjadi kewenangan dinas, itu agak sulit," katanya.



Hasil analisa dari pengaduan tersebut, sekitar 6% meminjam untuk dana pendidikan, berobat (3%), usaha (49%), kebutuhan konsumtif (2%), dan biaya hidup sehari-hari (33%).

"Karena itu, dalam Keputusan Walikota, Satgas melibatkan OPD untuk tindak lanjut. Misalnya di pendidikan itu ada akses pendidikan gratis oleh Dinas Pendidikan. Warga yang berobat ke Dinas Kesehatan," ungkap dia.

Atet mengungkapkan, untuk pinjol, temuannya sudah cenderung melakukan pemerasan. Dari pinjaman awal yang kecil dengan bunga besar sekitar 10-30%.

Baca juga: Ini Dia Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK

“Ada yang kita selesaikan, cut off, misal utang si A Rp2 juta, karena bunganya sudah dianggap wajar sekian persen. Dan si peminjam sudah sepakat itu di 'cut off' bahwa utang dia sudah tidak bisa lebih. Mereka menandatangani dan melakukan kesepakatan," katanya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top