Mobilitas Tak Terkendali, Waspadai Adanya Gelombang Kedua Covid-19
Rabu, 03 Juni 2020 - 08:58 WIB
loading...
Kepadatan penumpang bus transjakarta yang mengabaikan protokol kesehatan penerapan social distancing di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Mampang, Jakarta, kemarin. Foto/Koran SINDO/ Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Potensi terjadinya gelombang kedua wabah Covid-19 di Tanah Air relatif tinggi. Kondisi ini terjadi karena mobilitas masyarakat saat ini relatif tak terkendali.
Banyak di antara mereka yang pergi keluar rumah tanpa perlindungan memadai. Keharusan untuk memakai masker dan menjaga jarak relatif tidak dipatuhi.
“Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun. Mulai mencoba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi mereka takut terkena Covid-19, tapi perilakunya nggak mendukung untuk melindungi diri,” ujar Ketua Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Pratiwi Sudarmono, di Jakarta, kemarin. (BACA JUGA: Terganjal Izin, Sebanyak 1.251 TKI Asal Asahan Masih Tertahan di Malaysia)
Pratiwi menegaskan, gelombang kedua pandemi Covid-19 itu bisa saja terjadi karena sekarang pergerakan masyarakat luar biasa. Masyarakat yang memiliki pergerakan bebas di luar rumah tanpa menghiraukan protokol kesehatan, maka potensi penularan Covid-19 akan semakin tinggi.
“Dari kemarin Lebaran orang pergi mudik, kemudian akan kembali lagi ke Jakarta. Jadi ada pergerakan orang yang banyak, juga masuknya ABK atau tenaga kerja dari luar negeri ke Indonesia,” ungkapnya.
Banyak di antara mereka yang pergi keluar rumah tanpa perlindungan memadai. Keharusan untuk memakai masker dan menjaga jarak relatif tidak dipatuhi.
“Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun. Mulai mencoba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi mereka takut terkena Covid-19, tapi perilakunya nggak mendukung untuk melindungi diri,” ujar Ketua Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Pratiwi Sudarmono, di Jakarta, kemarin. (BACA JUGA: Terganjal Izin, Sebanyak 1.251 TKI Asal Asahan Masih Tertahan di Malaysia)
Pratiwi menegaskan, gelombang kedua pandemi Covid-19 itu bisa saja terjadi karena sekarang pergerakan masyarakat luar biasa. Masyarakat yang memiliki pergerakan bebas di luar rumah tanpa menghiraukan protokol kesehatan, maka potensi penularan Covid-19 akan semakin tinggi.
“Dari kemarin Lebaran orang pergi mudik, kemudian akan kembali lagi ke Jakarta. Jadi ada pergerakan orang yang banyak, juga masuknya ABK atau tenaga kerja dari luar negeri ke Indonesia,” ungkapnya.
Lihat Juga :