Bertapa di Gua Song Kamal, Pangeran Diponegoro Didatangi Sunan Kalijogo

Selasa, 12 Oktober 2021 - 17:27 WIB
loading...
Bertapa di Gua Song...
Lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro. Foto/Dok. Kemendikbud
A A A
Pangeran Diponegoro, telah membuktikan dirinya sebagai sosok pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya. Pengikut setianya tersebar di berbagai wilayah, dan memiliki keberanian yang sama untuk melawan segala bentuk penjajahan.

Baca juga: Kisah Spiritual Pangeran Diponegoro dari Pantai Selatan hingga Bersemedi di Imogiri

Kecintaan dan kesetiaan para pengikut Pengeran Diponegoro tersebut, dibuktikan saat pecah Perang Jawa. Ribuan orang rela berkorban nyawa dan harta bendanya, untuk menjalani perang besar selama tiga tahun lamanya.



Sebagai sosok pemimpin yang sederhana, dan teguh dalam pendiriannya, Pangeran Diponegoro muda ternyata selalu menempa diri dengan berbagai pendidikan di pesantren, serta mengangsu ilmu dari para sesepuh. Dia juga menempa diri dengan laku spiritual, salah satunya tirakat dan bertapa di gua, serta menziarahi makam para leluhurnya.

Baca juga: Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit

Menurut Peter Carey dalam bukunya "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855", disebutkan bahwa Pangeran Diponegoro melakukan tirakat dan menyepi dari hingar-bingar duniawi, sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tirakat yang dilakukan, juga memberikan kesempatan kepada Pangeran Diponegoro, untuk dapat membersihkan diri dari segala macam pamrih. Selama proses tirakat itu, Pangeran Diponegoro disebut melakukannya di Gua Song Kamal, yang terletak di selatan Yogyakarta.

Dalam masa-masa tirakat di dalam gua sunyi itu, disebut-sebut Pangeran Diponegoro bertemu dengan salah satu anggota Wali Songo, yakni Sunan Kalijogo. Dalam perjumpaan dengan Pangeran Diponegoro tersebut, digambarkan Sunan Kalijogo menampakkan diri dalam rupa seorang laki-laki yang wajahnya bersinar bagai bulan purnama.

Baca juga: Asyik Pesta Sabu di Kamar Kos, Wanita Cantik Bersama Kekasihnya Diringkus Polisi

Perjumpaan yang terjadi dalam laku spiritual tersebut, Sunan Kalijogo menyatakan, bahwa Diponegoro telah ditentukan Tuhan untuk menjadi raja di masa depan nanti. Setelah mengatakan demikian, konon penampakan itu langsung menghilang.

Penampakan Sunan Kalijogo dan ramalannya bahwa Diponegoro bakal menjadi raja jelas sangat penting. Sang wali tak sekedar dihormati sebagai penasihat para raja di Jawa Tengah bagian selatan, dan pelindung spiritual Mataram. Tetapi cerita rakyat menjelaskan sebagai tokoh kunci Islamisasi di wilayah itu.

Makam Sunan Kalijogo di Kadilangu, yang berdampingan dengan Masjid Agung Demak masih dihormati oleh para raja Jawa sebagai dua pusaka terpenting di tanah Jawa. Sejak awal abad ke-16 para peziarah dari berbagai keraton rutin mengunjungi dua tempat itu.

Baca juga: Tunggak Pajak, Pelaku Usaha Didatangi Petugas BPPRD Bersama Kejaksaan, dan Polisi

Dari sisi lain, penampakan Sunan Kalijogo ke Pangeran Diponegoro penting karena gaya kepemimpinan politik yang dimainkan Sang Wali, yang legendaris dan delapan wali lainnya dijadikan contoh oleh Pangeran Diponegoro.

Seperti Sunan Kalijogo, Pangeran Diponegoro tidak hanya sampai pada pemahaman dirinya semata-mata sebagai penguasa untuk masa tertentu, tetapi juga sebagai penjaga spiritual para Raja Jawa.

Penampakan Sunan Kalijogo ke mata Diponegoro, seolah membantu melegitimasikan dan mendukung pemberontakan yang terjadi kemudian. Proses ini diperkuat lagi dengan gambaran mimpi Diponegoro, persis sebelum pecahnya Perang Jawa pada 16 Mei 1825, ketika ia menggambarkan pertemuan delapan wali wudhar, yaitu wali yang sedang memangku dakwah spiritual maupun temporal.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Kesaktian Sunan...
Kisah Kesaktian Sunan Kalijaga Menundukkan Kera-Kera Raksasa Hutan Gunungpati
Jejak Terakhir Pangeran...
Jejak Terakhir Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa, Tinggal selama 26 Hari di Jakarta
Kisah Pangeran Diponegoro,...
Kisah Pangeran Diponegoro, Pahlawan, Pejuang, hingga Tokoh Ulama Berpengetahuan Tinggi
Kisah Pangeran Diponegoro...
Kisah Pangeran Diponegoro dan Kiai Mojo, Simbolis Relasi Bangsawan dan Ulama
Kisah Pangeran Diponegoro...
Kisah Pangeran Diponegoro Bertemu Sunan Kalijaga saat Tirakat Bertapa di Gua Song Kamal
Sunan Kalijaga Buka...
Sunan Kalijaga Buka Suara setelah Dituding Tak Profesional oleh Erin Wartia
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
Sunan Kalijaga Resmi...
Sunan Kalijaga Resmi Mundur sebagai Pengacara Erin Wartia
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved