Dua Ormas Gelar Aksi Unjuk Rasa, Ingatkan Bahaya Terorisme dan Radikalisme

Senin, 11 Oktober 2021 - 20:05 WIB
loading...
Dua Ormas Gelar Aksi Unjuk Rasa, Ingatkan Bahaya Terorisme dan Radikalisme
Ormas Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Penegak Demokrasi (GMPPD) melakukan unjuk rasa dan membacakan deklarasi bahaya terorisme dan radikalisme. Foto/MPI/Amin Akbar
A A A
JAKARTA - Dua organisasi masyarakat (ormas) melakukan aksi unjuk rasa dan membacakan deklarasi bahaya terorisme dan radikalisme di tiga tempat, Senin (11/10/2021).

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Penegak Demokrasi (GMPPD) dan Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme dan Terorisme (GMART) menggelar demo di Gedung DPR RI, Bundaran Indosat, dan depan kantor Kementerian Agama.

Baca juga: Polisi Bubarkan Unjuk Rasa Aliansi BEM SI di Patung Kuda

Humas GMPPD, Irfan dalam pernyataannya mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa paham terorisme dan radikalisme sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa dan negara.

"Di mana terjadi terorisme oleh Ali Kalora CS maupun gerakan separatis kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua merupakan efek terhadap pemahaman terorisme dan radikalisme," ujar Irfan saat melakukan aksi di depan Gedung DPR Jakarta Pusat, Jakarta.

Baca juga: Dikenal Angker, Rusunawa Adiarsa Karawang Ternyata Bekas Kamar Mayat RSUD

Sementara itu, GMART juga melakukan aksi yang serupa dengan GMPPD di depan kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Humas GMART Anwar mengatakan, masyarakat harus menyadari bahaya pemahaman terorisme dan radikalisme yang dapat memecah belah umat Islam di Indonesia.

"Aksi ini dilakukan secara spontanitas mengingat gesekan di masyarakat umat Islam semakin terlihat jelas dibuat untuk timbul gesekan. Sebagai contoh yang terjadi daerah Jakarta Timur di pondok pesantren Alghafari Alsalafi terjadi gesekan antara pimpinan ponpes dengan ustaz di sekitar ponpes akibat adanya perbedaan pemahaman," kata Anwar.

Anwar mengatakan, perlu dilakukan rekonsiliasi di internal umat Islam. "Juga perlu dilakukan penggalakan kembali terhadap toleransi umat beragama sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesiaa agar damai dan aman sesuai dengan pemahaman Islam bahwa agama Islam adalah agama pembawa kedamaian bagi seluruh makhluk," katanya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.5286 seconds (11.252#12.26)