Usulan Pinjaman Pemkab Bulukumba Direstui Rp75 Miliar
Senin, 11 Oktober 2021 - 18:52 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A
A
A
BULUKUMBA - Usulan pinjaman yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba ke pusat hanya direstui di angkat Rp75 miliar. Padahal, Pemkab Bulukumba sebelumnya mengajukan Rp300 miliar.
Angka Rp75 miliar itu merupakan hasil validasi dari Kementerian Keuangan, setelah melihat kebutuhan dan kemampuan Pemkab Bulukumba untuk melunasi utang.
Baca juga:Andi Utta Minta Papdesi Dukung Kemandirian Desa di Bulukumba
Hal ini dikonfirmasi Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba, Ferryawan Z Fahmi. Dia bilang, peminjaman dilakukan daerah dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).
"Ini harus dimanfaatkan, karena pinjaman ini hanya berlaku di tahun (2021) ini saja," kata Ferry baru-baru ini.
Dalam pengajuannya, Ferry sapaannya mengaku, Pemkab Bulukumba bermohon untuk meminjam uang untuk pembangunan Pasar Sentral Bulukumba dan Pasar Tanete di Kecamatan Bulukumpa.
"Nah, mungkin ini yang dilihat oleh Kemenkeu, cukup jika hanya Rp75 miliar dan kemampuan membayar utang," jelasnya.
Untuk pencairannya, Ferry belum tahu pasti kapan. Pasalnya masih ada berkas yang harus dilengkapi. "Masih berproses, kalau disetujui, bunganya itu sekitar 5,6 persen," katanya.
Baca juga:Capai Target PAD Sudah 95 Persen, Kominfo Ingin Tingkatkan Layanan Internet
Kepala Bidang Perdagangan, Idham Umar yang dikonfirmasi terkait rencana pembangunan pasar mengaku, pihaknya sudah siap merelokasi pedagang. Baik itu pedagang di Pasar Sentral ataupun di Tanete.
Relokasi kata Idham, akan dimulai di 2020 mendatang, dengan menganggarkan Rp700 juta."Di Pasar Sentral Rp500 juta itu akan ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum (PU), di Tanete Rp200 juta untuk relokasinya tapi belum pasti tempatnya, baru mau dibicarakan," kata Idham.
Nantinya dana relokasi itu akan digunakan untuk pembangunan blok dan kios yang terbuat dari seng, papan ataupun tripleks."Bukan tenda, tetap juga di blok-blok, kalau di Tanate sementara kita mau rapatkan soal lokasinya," tukasnya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, Kuri mengatakan, umumnya seluruh pedagang menyetujui jika relokasi ditempatkan di terminal dan halaman kantor PU.
"Tidak adaji masalah, umumnya pedagang menyetujui, mereka hanya minta pengamanan lebih dimaksimalkan saja," harapnya.
Baca juga:Bupati Minta Kades Antar Waktu Teruskan Program Prioritas Pemerintah
Dia berharap setelah pembangunan pasar, geliat perekonomian semakin baik dan daya beli warga ke pasar sentral lebih bergairah lagi.
"Tentu kita sambut dengan baik niat pemerintah ingin merenovasi pasar karena itu menjadi harapan kami sebagai pedagang," katanya.
Angka Rp75 miliar itu merupakan hasil validasi dari Kementerian Keuangan, setelah melihat kebutuhan dan kemampuan Pemkab Bulukumba untuk melunasi utang.
Baca juga:Andi Utta Minta Papdesi Dukung Kemandirian Desa di Bulukumba
Hal ini dikonfirmasi Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba, Ferryawan Z Fahmi. Dia bilang, peminjaman dilakukan daerah dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).
"Ini harus dimanfaatkan, karena pinjaman ini hanya berlaku di tahun (2021) ini saja," kata Ferry baru-baru ini.
Dalam pengajuannya, Ferry sapaannya mengaku, Pemkab Bulukumba bermohon untuk meminjam uang untuk pembangunan Pasar Sentral Bulukumba dan Pasar Tanete di Kecamatan Bulukumpa.
"Nah, mungkin ini yang dilihat oleh Kemenkeu, cukup jika hanya Rp75 miliar dan kemampuan membayar utang," jelasnya.
Untuk pencairannya, Ferry belum tahu pasti kapan. Pasalnya masih ada berkas yang harus dilengkapi. "Masih berproses, kalau disetujui, bunganya itu sekitar 5,6 persen," katanya.
Baca juga:Capai Target PAD Sudah 95 Persen, Kominfo Ingin Tingkatkan Layanan Internet
Kepala Bidang Perdagangan, Idham Umar yang dikonfirmasi terkait rencana pembangunan pasar mengaku, pihaknya sudah siap merelokasi pedagang. Baik itu pedagang di Pasar Sentral ataupun di Tanete.
Relokasi kata Idham, akan dimulai di 2020 mendatang, dengan menganggarkan Rp700 juta."Di Pasar Sentral Rp500 juta itu akan ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum (PU), di Tanete Rp200 juta untuk relokasinya tapi belum pasti tempatnya, baru mau dibicarakan," kata Idham.
Nantinya dana relokasi itu akan digunakan untuk pembangunan blok dan kios yang terbuat dari seng, papan ataupun tripleks."Bukan tenda, tetap juga di blok-blok, kalau di Tanate sementara kita mau rapatkan soal lokasinya," tukasnya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, Kuri mengatakan, umumnya seluruh pedagang menyetujui jika relokasi ditempatkan di terminal dan halaman kantor PU.
"Tidak adaji masalah, umumnya pedagang menyetujui, mereka hanya minta pengamanan lebih dimaksimalkan saja," harapnya.
Baca juga:Bupati Minta Kades Antar Waktu Teruskan Program Prioritas Pemerintah
Dia berharap setelah pembangunan pasar, geliat perekonomian semakin baik dan daya beli warga ke pasar sentral lebih bergairah lagi.
"Tentu kita sambut dengan baik niat pemerintah ingin merenovasi pasar karena itu menjadi harapan kami sebagai pedagang," katanya.
(luq)
Lihat Juga :