UGM Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia 2020 Versi 4ICU
Selasa, 02 Juni 2020 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
“Lembaga 4ICU memeringkat berdasarkan kepopuleran situs, hal ini menandakan situs ugm banyak disitasi dan banyak digunakan untuk kepentingan akademik dan publikasi. Situs di UGM, berikut subdomainnya, banyak diakses dan disitasi. Keperluannya bisa berupa akademik dan non-akademik,” paparnya.(Baca juga : Guru Besar UII Laporkan Teror dan Intimidasi ke Polda DIY )
Menurut Widyawan saat ini UGM mengelola lebih dari 45.000 web site. Terdiri dari web site resmi institusi, web site kegiatan sperti seminar, jurnal, dan blog yang dimiliki dosen, mahasiswa dan karyawan. Lalu dari penggunaan situs itu sangat mempengaruhi pada google index juga sehingga mempermudah pemeringkatan.
“Dengan banyak situs UGM yang terindex dengan baik akan meningkatkan keberadaan secara digital, dan dengan konten yang baik maka akan banyak disitasi oleh situs lainnya. Tentunya akan mempengaruhi pemeringkatan 4ICU maupun webometrics,” jelasnya.
Widyawan menambahkan UGM sendiri terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran apalagi di masa pandemi dimana kegiatan dilakukan secara online. Adanya WfH (work from home) dan SfH (study from home) maka kemudahan akses situs UGM harus lebih ditingkatkan dari berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur yg beragam.
“Selain itu, secara konten harus lebih ditingkatkan agar sesuai dengan model pembelajaran daring,” tambahnya.
Menurut Widyawan saat ini UGM mengelola lebih dari 45.000 web site. Terdiri dari web site resmi institusi, web site kegiatan sperti seminar, jurnal, dan blog yang dimiliki dosen, mahasiswa dan karyawan. Lalu dari penggunaan situs itu sangat mempengaruhi pada google index juga sehingga mempermudah pemeringkatan.
“Dengan banyak situs UGM yang terindex dengan baik akan meningkatkan keberadaan secara digital, dan dengan konten yang baik maka akan banyak disitasi oleh situs lainnya. Tentunya akan mempengaruhi pemeringkatan 4ICU maupun webometrics,” jelasnya.
Widyawan menambahkan UGM sendiri terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran apalagi di masa pandemi dimana kegiatan dilakukan secara online. Adanya WfH (work from home) dan SfH (study from home) maka kemudahan akses situs UGM harus lebih ditingkatkan dari berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur yg beragam.
“Selain itu, secara konten harus lebih ditingkatkan agar sesuai dengan model pembelajaran daring,” tambahnya.
(nun)
Lihat Juga :