Anies Kenang Almarhum Sardjono, IAW: Sentuhan Kemanusiaan
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 19:25 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat takziah ke rumah duka Dirut PT Transportasi Jakarta almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusomo, Minggu (3/20/2021). Foto/Facebook @Anies Baswedan
A
A
A
JAKARTA - Sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendatangi langsung rumah duka Dirut PT Transjakarta almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusomo dianggap sudah nyaris terlupakan oleh banyak pemimpin di berbagai level. Demikian disampaikan oleh Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar.
"Model asesmen kepemimpinan seperti itu saat ini sudah nyaris terlupakan oleh banyak pemimpin di berbagai level," kata Junisab dalam keterangannya, Jumat (8/10/2021). Baca juga: Anies Kenang Almarhum Sardjono sebagai Sosok yang Energik
Dia mengatakan, saat sedang bekerja melaksanakan rencana Transjakarta untuk menggunakan armada bus listrik. Lalu sampai di tanah air langsung dirawat di RS hingga akhirnya meninggal, itu adalah bentuk penegasan kuat dari seorang pemimpin terhadap orang yang dikelolanya.
"Anies menunjukkan sentuhan kemanusiaan untuk membalas kemampuan yang maksimal dari anak buahnya," katanya lagi.
Untuk BUMD ini, kata dia, Anies terbuktik sangat intens sehingga mampu secara detail mengurai kinerja anak buahnya. Cenderung dia mampu memikirkan, bahwa layanan publik Transjakarta adalah urat nadi penilaian kinerjanya sebagai Gubernur.
"Sepengamatan kami, pernyataan Anies itu tumbuh sebagai hasil dari kemampuan tim yang dibangun oleh almarhum. Almarhum mampu mengajak, mengumpulkan serta membentuk tim yang kebanyakan berlatarbelakang pilot untuk membantunya berkinerja maksimal sehingga hasilnya di atas rata-rata kinerja jajaran direksi lama Transjakarta," paparnya.
Direksi saat ini, menurut dia, ideal untuk dirampingkan tentu dengan nomenklatur yang baru sesuai dengan tantangan Transjakarta yang sudah diasesmen oleh Anies. Maka penilaian detail yang puas meluncur dari Anies.
"Model asesmen kepemimpinan seperti itu saat ini sudah nyaris terlupakan oleh banyak pemimpin di berbagai level," kata Junisab dalam keterangannya, Jumat (8/10/2021). Baca juga: Anies Kenang Almarhum Sardjono sebagai Sosok yang Energik
Dia mengatakan, saat sedang bekerja melaksanakan rencana Transjakarta untuk menggunakan armada bus listrik. Lalu sampai di tanah air langsung dirawat di RS hingga akhirnya meninggal, itu adalah bentuk penegasan kuat dari seorang pemimpin terhadap orang yang dikelolanya.
"Anies menunjukkan sentuhan kemanusiaan untuk membalas kemampuan yang maksimal dari anak buahnya," katanya lagi.
Untuk BUMD ini, kata dia, Anies terbuktik sangat intens sehingga mampu secara detail mengurai kinerja anak buahnya. Cenderung dia mampu memikirkan, bahwa layanan publik Transjakarta adalah urat nadi penilaian kinerjanya sebagai Gubernur.
"Sepengamatan kami, pernyataan Anies itu tumbuh sebagai hasil dari kemampuan tim yang dibangun oleh almarhum. Almarhum mampu mengajak, mengumpulkan serta membentuk tim yang kebanyakan berlatarbelakang pilot untuk membantunya berkinerja maksimal sehingga hasilnya di atas rata-rata kinerja jajaran direksi lama Transjakarta," paparnya.
Direksi saat ini, menurut dia, ideal untuk dirampingkan tentu dengan nomenklatur yang baru sesuai dengan tantangan Transjakarta yang sudah diasesmen oleh Anies. Maka penilaian detail yang puas meluncur dari Anies.
Lihat Juga :