Tak Lagi Eksploitasi Batu Karang, Warga Papua Kini Lebih Pilih Jaga Mangrove
Senin, 04 Oktober 2021 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Sejalan dengan Werbete, Ina Roselina Sikirit selaku Ketua Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Sorong, Papua Barat mengatakan program rehabilitasi mangrove bisa membantu perekonomian warga, dan sejalan dengan tujuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dimasa pandemi.
“Kami bersinergi tanam mangrove, bikin keramba atau tambak. Kepiting di sini banyak, jadi berkelanjutan karena dari akar mangrove, ada kepiting yang makan dan beranak di situ. Mangrove juga bisa dijadikan lokasi wisata, kami berharap para wisatawan juga nantinya bisa membeli oleh-oleh kepiting bakau, jadi mereka gak perlu lagi menggali batu karena sudah ada sumber penghasilan tambahan,” ungkap Sikirit. Baca: Nyamar Jadi Sales untuk Jual 17 Kg Ganja, Pemuda Ini Dibekuk Polisi.
Adanya sumber penghasilan tambahan ini, menurut Ayu Dwi Utari, Sekretaris BRGM merupakan tujuan jangka panjang program rehabilitasi mangrove.
Pasalnya, pulihnya ekosistem mangrove bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan, seperti melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air laut, meningkatkan produksi hasil laut, serta dapat menjadi destinasi ekowisata.
Ayu berharap, bibit mangrove yang telah ditanam ini dapat dijaga masyarakat dan tumbuh 100%. “Jadi nanti jangan gali batu lagi yah, percayalah jika mangrove ini bisa dijaga, nanti biota laut akan lebih banyak dan bisa meningkatkan pendapatan warga” sambungnya. Baca Juga: Berantas Narkoba, Polda Sumsel Tangkap 63 Tersangka dalam Sepekan.
Selain itu, program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mitigasi perubahan iklim global. “Seperti yang disampaikan Presiden, rehabilitasi mangrove untuk mengantisipasi perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia," pungkas Ayu.
“Kami bersinergi tanam mangrove, bikin keramba atau tambak. Kepiting di sini banyak, jadi berkelanjutan karena dari akar mangrove, ada kepiting yang makan dan beranak di situ. Mangrove juga bisa dijadikan lokasi wisata, kami berharap para wisatawan juga nantinya bisa membeli oleh-oleh kepiting bakau, jadi mereka gak perlu lagi menggali batu karena sudah ada sumber penghasilan tambahan,” ungkap Sikirit. Baca: Nyamar Jadi Sales untuk Jual 17 Kg Ganja, Pemuda Ini Dibekuk Polisi.
Adanya sumber penghasilan tambahan ini, menurut Ayu Dwi Utari, Sekretaris BRGM merupakan tujuan jangka panjang program rehabilitasi mangrove.
Pasalnya, pulihnya ekosistem mangrove bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan, seperti melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air laut, meningkatkan produksi hasil laut, serta dapat menjadi destinasi ekowisata.
Ayu berharap, bibit mangrove yang telah ditanam ini dapat dijaga masyarakat dan tumbuh 100%. “Jadi nanti jangan gali batu lagi yah, percayalah jika mangrove ini bisa dijaga, nanti biota laut akan lebih banyak dan bisa meningkatkan pendapatan warga” sambungnya. Baca Juga: Berantas Narkoba, Polda Sumsel Tangkap 63 Tersangka dalam Sepekan.
Selain itu, program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mitigasi perubahan iklim global. “Seperti yang disampaikan Presiden, rehabilitasi mangrove untuk mengantisipasi perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia," pungkas Ayu.
(nag)
Lihat Juga :