Kalimantan Barat Miliki Potensi Tanaman Hias yang Diburu Pasar

Rabu, 29 September 2021 - 06:31 WIB
loading...
Kalimantan Barat Miliki...
Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengakui, di wilayahnya masih banyak pelaku usaha yang langsung mengambil tanaman hias dari hutan asli. (Ist)
A A A
JAKARTA - Di masa pandemi COVID-19 sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu di rumah. Untuk mengisi waktu luang, kebiasaan baru muncul. Salah satunya mengoleksi tanaman hias. Di Indonesia banyak tanaman hias yang tersebar di berbagai wilayah, salah satunya di Kalimantan Barat.

Kolektor dan pembudidaya tanaman hias Handry Chuhairy memaparkan, Kalimantan Barat memiliki potensi tanaman hias yang diminati pasar. Misalkan scindapsus, rhaphidophora, homalomena, schismatoglottis, alocasia, colocasia, amydrium, dan epipremnum, yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat.

Di habitat asli, kata Handry, akan terjadi mutasi. Ada dua jenis mutasi, yaitu bentuk dan mutasi warna. Dari warna ini pun banyak. Ada yang keluar varigata warna putih, varigata warna kuning, maupun varigata marbel, dan lain sebagainya.

"Jadi, ini seperti mode fashion, mengikuti terus," papar Handry dalam Alinea Forum Online bertema "Ladang Bisnis Sukses Hingga Jadi Jutawan: Tanaman Hias Kalimantan" pada Selasa (28/9).

Perubahan tren dalam jual-beli tanaman hias akan terus terjadi jika tanaman hias terus dikembangkan dengan tidak langsung mengambil dari hutan asli lalu dijual.

"Saya minta tolong, di beberapa daerah di Kapuas, Kalimantan Barat, apabila menemukan spesies ataupun tanaman dari hutan jangan langsung dikirim. Kalau langsung kirim, kita bisa tidak punya bonggol. Kita akan kehilangan satu trah yang terbaik," pinta Handry.

Handry memberikan resep beberapa hal yang dapat dilakukan agar saat mengembangkan tanaman hias eksistensinya tetap terjaga. Di antaranya perlu memperhatikan media tanam, penyiraman, sinar matahari dan suhu, perawatan, dan perbanyakan.

Hobi tanaman hias yang kembali menanjak membuat bisnis di bidang ini cukup menjanjikan. Tanaman jenis tertentu, apalagi yang lagi jadi buruan, hargannya menanjak gila-gilaan. Ini mendorong banyak pihak yang bergelut dalam jua-beli tanaman hias tanpa memperhatikan keberlanjutan di tempat aslinya.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengakui, di wilayahnya masih banyak pelaku usaha yang langsung mengambil tanaman hias dari hutan asli. Mereka bahkan menggunakan truk saat berburu dan untuk mengangkut tanaman hias dari hutan.

Jika terus seperti itu, kata dia, bisnis tanaman hias yang seharusnya bisa berkelanjutan dan menggerakkan ekonomi warga justru akan mengancam kelestarian lingkungan. Jika itu terjadi, keberlanjutan dari bisnis tanaman hias terancam.

Karena itu, kata Karolin, pelatihan bagi pelaku usaha tanaman hias perlu diberikan. Pihaknya akan mengidentifikasi pihak-pihak yang bakal didorong untuk menjadi pelaku usaha tanaman hias. Ia berharap pelatihan itu bermanfaat bagi warga.

"Sehingga teman-teman di lapangan juga bisa mengembangkan tanaman hias di Kalimantan Barat, terutama dalam semangat melestarikan lingkungan. Mereka tidak hanya mengambil dari hutan, tetapi bagaimana agar tanaman kita kembangkan, baru kemudian diambil keuntungannya secara ekonomi," paparnya.

Hal serupa diakui Ketua PKK Kapuas Hulu Angeline Fremalco. Ia mengatakan, saat ini ada sejumlah tanaman hias asli Kapuas Hulu yang diburu pasar, yakni jenis aroid. Antara lain alocasia, rhaphidophora, scindapsus, dengan varian varigata. Baca: Belum Menerima Gaji, Puluhan Pegawai PDAM Tirtalihou Unjuk Rasa di Kantor DPRD.

Tanaman hias ini amat berpotensi untuk menggerakan ekonomi masyarakat. "Raphidophora yang biasa dengan kondisi 5-6 daun cuma dijual Rp200.000, tetapi kalau itu varigata dengan 5-6 daun harganya bisa Rp20 juta," tutur dia.

Sejauh ini Angeline telah bertemu dua pelaku usaha di wilayahnya yang sudah berhasil membudidayakan tanaman hias walau dengan peralatan yang terbatas. Bahkan, mereka sudah dapat mengirim hasil budidaya hingga ke luar negeri.

Tren menanam dan memelihara tanaman hias saat awal pandemi masih terus berlangsung hingga di masa mendatang. Karena itu, kata artis sekaligus influencer Maudy Koesnaedi, tanaman hias sebenarnya dapat dijadikan ladang untuk berbisnis. Baca Juga: Mahasiswi Unsri Dilecehkan Dosen Pembimbing Ini Respons Pihak Kampus.

Maudy dan teman-temannya dari Geng Ijo mencoba membantu menjual tanaman petani dengan mempromosikan di sosial media. Biasanya petani mempunyai tanaman yang bagus tapi dihargai murah. Saat pandemi, pembeli langsung sepi. Mau tidak mau, para petani harus melakukan penjualan melalui online.

Petani, jelas Maudy, sudah mencoba menjual lewat Instagram. "Karena pengikut (Instagramnya) tidak terlalu banyak, tidak efektif juga. Akhirnya kami juga sering membantu teman-teman para petani untuk siaran langsung melalui Instagram bersama-sama," katanya pemeran Zainab dalam sinetron "Si Doel" itu.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Kronologi Helikopter...
Kronologi Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, Sempat Kirim Sinyal Darurat
Helikopter Hilang Kontak...
Helikopter Hilang Kontak di Kalimantan Barat, Angkut 8 Orang
Kolaborasi Multipihak...
Kolaborasi Multipihak Kunci Percepatan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Kalbar
Buka Muswil Kalbar,...
Buka Muswil Kalbar, Mardiono Tegaskan Grassroot Masih Solid dan Optimistis Kembali ke Senayan 2029
Keluarga Almarhum Mitra...
Keluarga Almarhum Mitra Kerja PLTU Ketapang Terima Santunan
Kejagung: Ada Keterlibatan...
Kejagung: Ada Keterlibatan Penyelenggara Negara di Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar
Polemik Lomba Cerdas...
Polemik Lomba Cerdas Cermat, MPR Evaluasi Penggunaan Speaker
Ketua MPR Tegaskan Final...
Ketua MPR Tegaskan Final Cerdas Cermat di Kalbar Diulang, Juri Independen
Rekomendasi
Start Mulus! Inggris...
Start Mulus! Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Merek Mobil China yang...
Merek Mobil China yang Paling Diburu Konsumen di GIIAS 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved