Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Karya Bakti TNI, Prajurit Poles Gedung PAUD di Pulau Terpencil Bengkulu

loading...
Karya Bakti TNI, Prajurit Poles Gedung PAUD di Pulau Terpencil Bengkulu
Prajurit Kodim 0423 Bengkulu Utara lakukan karya bakti di PAUD Desa Meok Pulau Enggano. Foto: iNews TV/Ismail Yugo
BENGKULU - Jajaran Komando Distrik Militer 0423 Bengkulu Utara melanjutkan misi sosial di Pulau Enggano Provinsi Bengkulu , Rabu (22/9/2021).

Di wilayah itu, sejumlah prajurit TNI ini memoles Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Meok Kecamatan Enggano dengan mengecat.

Prajurit ini tergabung dalam Tim Karya Bakti TNI di wilayah terpencil, terluar dan kumuh perkotaan, yang melaksanakan peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan di Pulau Enggano Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Alumni Akabri 1996 Bharatasena dan Aplikasi Easy Indonesia Gelar Pelatihan UMKM



"Melakukan peningkatan sarana pendidikan. Kami mengecat bangunan PAUD. Semoga ini bermanfaat bagi guru dan peserta didik," kata Dandim 0423 Bengkulu Utara, Letkol Inf Agung P Saksono.

Agung mengatakan, selain peningkatan sarana pendidikan, bakti sosial TNI yang digelar selama 4 hari ini akan menyasar pada bantuan sosial, pelayanan kesehatan secara masal dan penyuluhan kesehatan.

Sejumlah instansi dari jajaran Pemerintah Daerah Bengkulu Utara turut andil dalam kegiatan sosial kali ini, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Baca juga: Polda Sultra Sebut Bupati Kolaka Timur Andi Merya Terjaring OTT KPK

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Melati Meok Desa Meok Kecamatan Enggano, Neltiana Sougoh mengungkapkan, program 3T ini memberikan dampak positif bagi sekolah terpencil yang dirinya pimpin.

“Senang, menjadi motivasi bagi tenaga pendidik dan murid-murid. Direnovasi saya yakin anak-anak kami betah belajar dan bermain di PAUD ini," katanya.



Neltiana menyebutkan, dengan ketersediaan 6 tenaga pengajar, PAUD Desa Meok memiliki 30 peserta didik. Pembelajaran di masa pandemi, para siswa belajar dan bermain dalam 3 hari secara bergantian. Hal ini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top