Enam Bank Sampah di Gowa Dapat Penghargaan dari Yayasan Peduli Negeri
Selasa, 21 September 2021 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Saharuddin, Gowa merupakan salah satu yang aktif dalam pengelolaan sampah. Pasalnya 3-5 ton sampah yang dikumpulkan itu bernilai ekonomis dengan perputaran uang hingga Rp8-9 juta setiap bulan.
"Ini merupakan suatu prestasi yang baik. Artinya, 3-5 ton ini yang tadinya menjadi sampah dan dibuang ke TPA akhirnya bisa dimanfaatkan dari sesuatu yang menjadi sampah bisa menjadi uang bagi masyarakat ketika dimanfaatkan dengan baik," tambahnya.
Baca juga:Wisata Bernuansa Eropa Bakal Dihadirkan di Kota Malino
Selain nilai ekonomis, bank sampah ini juga memiliki nilai sosial, di mana banyak pengangguran di tengah pandemi Covid-19 ini, tetapi dengan adanya bank sampah mereka membentuk organisasi dan menimbang bank sampahnya untuk mendapatkan uang.
Sementara itu, Pj Sekda Gowa, Kamsina mengatakan, pengelolaan sampah telah menjadi persoalan klasik baik di tingkat lokal nasional bahkan telah menjadi isu global. Volume timbulan sampah yang meningkat karena jumlah populasi dan konsumen.
"Ini juga terjadi di Kabupaten Gowa yang memiliki posisi strategis yang menarik pertumbuhan industri dan kawasan pemukiman dan menyajikan kabupaten Gowa sebagai salah satu kabupaten dengan penduduk terbesar di Sulsel sehingga akan meningkatkan komsumsi masyarakat menggunakan kemasan sekali pakai," jelasnya.
"Ini merupakan suatu prestasi yang baik. Artinya, 3-5 ton ini yang tadinya menjadi sampah dan dibuang ke TPA akhirnya bisa dimanfaatkan dari sesuatu yang menjadi sampah bisa menjadi uang bagi masyarakat ketika dimanfaatkan dengan baik," tambahnya.
Baca juga:Wisata Bernuansa Eropa Bakal Dihadirkan di Kota Malino
Selain nilai ekonomis, bank sampah ini juga memiliki nilai sosial, di mana banyak pengangguran di tengah pandemi Covid-19 ini, tetapi dengan adanya bank sampah mereka membentuk organisasi dan menimbang bank sampahnya untuk mendapatkan uang.
Sementara itu, Pj Sekda Gowa, Kamsina mengatakan, pengelolaan sampah telah menjadi persoalan klasik baik di tingkat lokal nasional bahkan telah menjadi isu global. Volume timbulan sampah yang meningkat karena jumlah populasi dan konsumen.
"Ini juga terjadi di Kabupaten Gowa yang memiliki posisi strategis yang menarik pertumbuhan industri dan kawasan pemukiman dan menyajikan kabupaten Gowa sebagai salah satu kabupaten dengan penduduk terbesar di Sulsel sehingga akan meningkatkan komsumsi masyarakat menggunakan kemasan sekali pakai," jelasnya.
Lihat Juga :