Jadi Miliarder Dadakan, Kakek Penerima Ganti Rudi Tol Solo-Yogya Beli Rumah untuk Anak
Selasa, 21 September 2021 - 15:01 WIB
loading...
Warga terdampak Jalan Tol Solo-Jogja di Desa Beku, Kecamatan Karanganom saat proses penerimaan UGR di gedung pertemuan setempat.Foto/Saeful Efendi
A
A
A
KLATEN - Sejumlah warga Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten mendadak jadi miliarder setelah menerima pemberian uang ganti rugi (UGR) jalan tol Solo-Jogja. Salah satu warga adalah Paiman (67), mendapatkan UGR sekitar Rp 6 miliar.
Kakek ini memiliki enam bidang tanah berupa pekarangan, rumah 2 dan lahan pertanian Rp4 miliar, sawah dua patok yang terdampak jalan tol Solo-Jogja . Dia rencanakan untuk dibelikan dua rumah serta dibagikan kepada ahli waris.
“Sudah beli dua rumah jadi harganya sekitar Rp 600 juta dan Rp500 juta. Sedangkan lainnya nanti akan dibagi-bagi ke-12 saudara yang lain,” ucap warga Desa Beku tersebut.
Baca juga: Asyik Bersetubuh di Kamar Kos, Sejumlah Pasangan Selingkuh Diringkus Tanpa Busana
Dia mengatakan, meski sudah memiliki rumah pengganti di Desa Beku tetapi belum ditempati. Rumah yang ditempati saat ini bakal terlintasi Jalan Tol Solo-Jogja. “Kalau saya memilih untuk dibelikan rumah lagi. Soalnya rumah saya kena terdampak tol. Jika dibelikan lahan pengganti rasanya tidak cukup,” ucap Paiman.
Kakek ini memiliki enam bidang tanah berupa pekarangan, rumah 2 dan lahan pertanian Rp4 miliar, sawah dua patok yang terdampak jalan tol Solo-Jogja . Dia rencanakan untuk dibelikan dua rumah serta dibagikan kepada ahli waris.
“Sudah beli dua rumah jadi harganya sekitar Rp 600 juta dan Rp500 juta. Sedangkan lainnya nanti akan dibagi-bagi ke-12 saudara yang lain,” ucap warga Desa Beku tersebut.
Baca juga: Asyik Bersetubuh di Kamar Kos, Sejumlah Pasangan Selingkuh Diringkus Tanpa Busana
Dia mengatakan, meski sudah memiliki rumah pengganti di Desa Beku tetapi belum ditempati. Rumah yang ditempati saat ini bakal terlintasi Jalan Tol Solo-Jogja. “Kalau saya memilih untuk dibelikan rumah lagi. Soalnya rumah saya kena terdampak tol. Jika dibelikan lahan pengganti rasanya tidak cukup,” ucap Paiman.
Lihat Juga :