Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Jadi Miliarder Dadakan, Kakek Penerima Ganti Rudi Tol Solo-Yogya Beli Rumah untuk Anak

loading...
Jadi Miliarder Dadakan, Kakek Penerima Ganti Rudi Tol Solo-Yogya Beli Rumah untuk Anak
Warga terdampak Jalan Tol Solo-Jogja di Desa Beku, Kecamatan Karanganom saat proses penerimaan UGR di gedung pertemuan setempat.Foto/Saeful Efendi
KLATEN - Sejumlah warga Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten mendadak jadi miliarder setelah menerima pemberian uang ganti rugi (UGR) jalan tol Solo-Jogja. Salah satu warga adalah Paiman (67), mendapatkan UGR sekitar Rp 6 miliar.

Kakek ini memiliki enam bidang tanah berupa pekarangan, rumah 2 dan lahan pertanian Rp4 miliar, sawah dua patok yang terdampak jalan tol Solo-Jogja . Dia rencanakan untuk dibelikan dua rumah serta dibagikan kepada ahli waris.

“Sudah beli dua rumah jadi harganya sekitar Rp 600 juta dan Rp500 juta. Sedangkan lainnya nanti akan dibagi-bagi ke-12 saudara yang lain,” ucap warga Desa Beku tersebut.

Baca juga: Asyik Bersetubuh di Kamar Kos, Sejumlah Pasangan Selingkuh Diringkus Tanpa Busana



Dia mengatakan, meski sudah memiliki rumah pengganti di Desa Beku tetapi belum ditempati. Rumah yang ditempati saat ini bakal terlintasi Jalan Tol Solo-Jogja. “Kalau saya memilih untuk dibelikan rumah lagi. Soalnya rumah saya kena terdampak tol. Jika dibelikan lahan pengganti rasanya tidak cukup,” ucap Paiman.

Ia mengaku ada perasaan suka dan duka setelah menerima uang tersebut. "Senangnya saya bisa membelikan anak rumah dan dukanya karena pekerjaan saya hilang karena ia tak punya lagi sawah untuk dikerjakan," tambahnya.

Kepala Desa Beku, Alex Bambang Wijanarko menjelaskan, di wilayahnya yang terdampak jalan tol terdapat 69 bidang tanah. Dari jumlah itu 20 bidang di antaranya merupakan tanah kas desa (TKD).

Baca juga: Seminggu Dirawat di Rumah Sakit, TKI Asal Lebak Meninggal di Malaysia

“Ada pun yang terdampak jalan tol seperti rumah, lahan pertanian, makam dan mushola. Sudah banyak warga kami yang down payment (DP) untuk beli rumah. Terutama bagi warga yang rumahnya terkena, rata-rata juga masih di Desa Beku,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, hingga proses warganya yang terdampak tol menerima UGR tidak ada gejolak yang berarti. Seluruhnya dilalui dengan lancar. Sedangkan proses pencarian lahan pengganti untuk TKD sudah digelar musyawarah desa (musdes) pertama.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top