Hadir di 25 Provinsi, Garpu Siap Jadi Pendamping UMKM
Minggu, 19 September 2021 - 05:18 WIB
loading...
A
A
A
Selama penerapan PPKM darurat, sebagaimana data dan observasi Garpu terhadap para pelaku UMKM, kondisinya lebih memprihatinkan. Banyak pelaku UMKM yang menutup usaha karena omsetnya turun drastis 50-70 persen. Dengan kondisi itu, para pelaku sulit bertahan. Baca juga: Arti Warna Hijau, Oranye dan Merah di Fitur Safe Entrance Aplikasi PeduliLindungi
“Beruntung dampak pengetatan PPKM berbanding lurus dengan penurunan angka COVID-19. Kami apresiasi Pak Jokowi dan Gugus Tugas CCOVID-19. Kami berharap aktifitas pelaku UMKM bisa dioptimalkan lagi untuk merestorasikan dan meningkatkan performa kegiatan pelaku UMKM,” sambung pengusaha ini.
Dikatakan Jufri, untuk membangkitkan performa dan intensitas aktifitas UMKM ke depan, ada dua cara yang harus dilakukan. Pertama, dari pendekatan pandemi, Jufri meminta presiden dan kementerian terkait untuk melakukan pengetatan di berbagai akses masuk internasional, baik dari bandara dan pelabuhan. Masuknya virus varian delta pada Juli lalu, menurut Jufri, disebabkan buruknya pengetatan screening pendatang asing sehingga penyebarannya dari India tak terbendung.
“Makanya ke depan ini harus lebih ketat. Entah itu mekanisme pemeriksaan medisnya, atau durasi isolasi pendatang diperpanjang mengingat sekarang ini evolusi COVID-19 memunculkan varian-varian virus yang baru dan lain-lain. Jangan sampai lagi bagus-bagusnya peningkatan operasional UMKM, nanti PPKM lagi. Bisa kacau lagi nanti kondisi pelaku usahanya,” tuturnya.
Syarat kedua, menurut Jufri, yakni adanya keberlangsungan penanganan khusus terhadap pelaku UMKM dalam meningkatkan ritme operasionalnya. "Beberapa program penanganan khusus yang diluncurkan pemerintah terhadap pelaku UMKM antara lain relaksasi KUR sejak, pengembangan pasar digital melalui program UMKM Go Online, bantuan presiden produktif untuk 12,8 juta usaha mikro merupakan program-program yang perlu dilanjutkan untuk menunjang peningkatan performa UMKM," tutupnya.
“Beruntung dampak pengetatan PPKM berbanding lurus dengan penurunan angka COVID-19. Kami apresiasi Pak Jokowi dan Gugus Tugas CCOVID-19. Kami berharap aktifitas pelaku UMKM bisa dioptimalkan lagi untuk merestorasikan dan meningkatkan performa kegiatan pelaku UMKM,” sambung pengusaha ini.
Dikatakan Jufri, untuk membangkitkan performa dan intensitas aktifitas UMKM ke depan, ada dua cara yang harus dilakukan. Pertama, dari pendekatan pandemi, Jufri meminta presiden dan kementerian terkait untuk melakukan pengetatan di berbagai akses masuk internasional, baik dari bandara dan pelabuhan. Masuknya virus varian delta pada Juli lalu, menurut Jufri, disebabkan buruknya pengetatan screening pendatang asing sehingga penyebarannya dari India tak terbendung.
“Makanya ke depan ini harus lebih ketat. Entah itu mekanisme pemeriksaan medisnya, atau durasi isolasi pendatang diperpanjang mengingat sekarang ini evolusi COVID-19 memunculkan varian-varian virus yang baru dan lain-lain. Jangan sampai lagi bagus-bagusnya peningkatan operasional UMKM, nanti PPKM lagi. Bisa kacau lagi nanti kondisi pelaku usahanya,” tuturnya.
Syarat kedua, menurut Jufri, yakni adanya keberlangsungan penanganan khusus terhadap pelaku UMKM dalam meningkatkan ritme operasionalnya. "Beberapa program penanganan khusus yang diluncurkan pemerintah terhadap pelaku UMKM antara lain relaksasi KUR sejak, pengembangan pasar digital melalui program UMKM Go Online, bantuan presiden produktif untuk 12,8 juta usaha mikro merupakan program-program yang perlu dilanjutkan untuk menunjang peningkatan performa UMKM," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :