Stok Darah Berkurang, PMI Ajak Masyarakat Ikut Menyumbang
Jum'at, 17 September 2021 - 22:59 WIB
loading...
A
A
A
Dalam memenuhi ketersediaan darah maupun plasma konvalesen ini PMI berkolaborasi dengan beberapa mitra yang membantu menggalang pendonor, salah satunya Redblood.
Redblood adalah aplikasi untuk mempermudah para pendonor darah. Selain memberikan informasi jadwal donor darah, di dalam aplikasi ini juga terdapat fitur edukasi guna meyakinkan masyarakat akan pentingnya melakukan donor darah. Baca juga: HUT PMI ke-76 Tahun, Parepare dan Pinrang Akan Gelar Vaksinasi Massal
CEO Reblood, Leonika Sari menjelaskan bahwa pihaknya mendorong masyarakat termasuk anak muda, untuk melakukan donor secara rutin. "Donor darah idealnya 60 hari sekali. Sedangkan donor plasma konvalesen bisa 2 minggu sekali. Sebaiknya kita lakukan secara proaktif, bukan reaktif. Jangan donor darah hanya ketika ada kerabat yang membutuhkan,” beber Leonika.
Menurutnya, permasalahan kurangnya ketersediaan darah tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Namun perlu keterlibatan pihak swasta, komunitas, instansi, TNI-Polri, dan terutama kesadaran dan semangat masyarakat sebagai pelaku donor.
Karena itu, Olivia Zalianti -public figure yang pernah menjadi pendonor darah rutin PMI- mengajak masyarakat agar tidak takut donor darah. “Semua sudah ada sistemnya, skrining kesehatan juga sudah diatur dengan sangat baik. Dengan donor darah, kita bisa jadi bagian untuk membantu masyarakat luas,” tegas Olivia.
Redblood adalah aplikasi untuk mempermudah para pendonor darah. Selain memberikan informasi jadwal donor darah, di dalam aplikasi ini juga terdapat fitur edukasi guna meyakinkan masyarakat akan pentingnya melakukan donor darah. Baca juga: HUT PMI ke-76 Tahun, Parepare dan Pinrang Akan Gelar Vaksinasi Massal
CEO Reblood, Leonika Sari menjelaskan bahwa pihaknya mendorong masyarakat termasuk anak muda, untuk melakukan donor secara rutin. "Donor darah idealnya 60 hari sekali. Sedangkan donor plasma konvalesen bisa 2 minggu sekali. Sebaiknya kita lakukan secara proaktif, bukan reaktif. Jangan donor darah hanya ketika ada kerabat yang membutuhkan,” beber Leonika.
Menurutnya, permasalahan kurangnya ketersediaan darah tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Namun perlu keterlibatan pihak swasta, komunitas, instansi, TNI-Polri, dan terutama kesadaran dan semangat masyarakat sebagai pelaku donor.
Karena itu, Olivia Zalianti -public figure yang pernah menjadi pendonor darah rutin PMI- mengajak masyarakat agar tidak takut donor darah. “Semua sudah ada sistemnya, skrining kesehatan juga sudah diatur dengan sangat baik. Dengan donor darah, kita bisa jadi bagian untuk membantu masyarakat luas,” tegas Olivia.
(don)
Lihat Juga :