Tragedi Kebakaran Lapas Tangerang Pantau Perkembangannya di News RCTI+

Rabu, 15 September 2021 - 10:32 WIB
loading...
Tragedi Kebakaran Lapas...
Tragedi Kebakaran Lapas Tangerang, Pantau Perkembangannya di News RCTI+
A A A
JAKARTA - Tragedi mengerikan menimpa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang Blok C2 pada Rabu (8/9) dini hari. Sedikitnya 44 tahanan tewas mengenaskan dalam kebakaran di lapas tersebut. Polisi terus menyelidiki kebakaran maut tersebut. Kelanjutan beritanya bisa diikuti di News RCTI+ yang selalu mengupdate perkembangan terbaru tragedi yang memilukan ini.

Awan hitam bergelayut di atas langit Lapas I Tangerang Blok C2. Sedikitnya 44 nyawa melayang akibat kebakaran hebat yang menimpa lapas tersebut. Kejadiannya begini. Saat kebakaran yang berlangsung mulai pukul 01.30 WIB, Rabu (8/9) itu, ada 122 napi yang terkunci di 19 kamar tahanan. Kebakaran yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu memang menjadi tragedi menyedihkan terutama bagi keluarga para korban. Perinciannya, 40 orang napi tewas di tempat kejadian, 1 orang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, 2 orang lagi meninggal saat mendapat perawatan. Di antara para korban, terdapat dua warga negara asing, yaitu asal Portugal dan Afrika Selatan.

Hingga kini masih ada 7 orang korban yang dirawat serius di rumah sakit. Sebanyak 5 diantaranya lukanya sangat parah karena mengalami trauma jalan napas. Para korban mengalami trauma jalan napas setelah berada lebih dari satu jam dalam kebakaran maut itu. Banyak cerita memilukan bagaimana para napi lainnya bisa bertahan hidup. Salah satunya ada diantara mereka yang sampai menutup kepala dengan sarung basah agar bisa bertahan dari amukan asap.

Baca juga: DPR Dorong Polisi Dalami Temuan Komnas HAM soal Kebakaran Lapas Tangerang

Hasil pemeriksaan awal polisi menyatakan, kebakaran terjadi diduga akibat adanya arus pendek listrik. Mengapa kebakaran tersebut menyebabkan begitu banyak korban? Sebenarnya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang itu tidak perlu memakan korban tewas hingga sebanyak itu. Kelebihan kapasitas ditengarai juga menjadi penyebab mengapa begitu banyaknya korban meninggal.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui bahwa Lapas Tangerang ini sudah kelebihan kapasitashingga 400%. Saat ini, lapas tersebut dihuni 2.072 orang. Seperti di Blok C2, seharusnya disiapkan untuk 40 orang napi. Namun faktanya ada 122 napi yang menghuni blok tersebut. Selain kelebihan kapasitas, perawatan Gedung Lapas juga jadi sorotan. Pasalnya selama 49 tahun terakhir ini (sejak 1972), Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinopsis Sinetron Turun...
Sinopsis Sinetron 'Turun Ranjang' Eps 21: Naza Putus dengan Natha, Wira Ubah Warisannya
Crowyokan by Pandji...
Crowyokan by Pandji Pragiwaksono Kini Bisa Ditonton Lewat Live Streaming di RCTI+
Gandeng Luna Maya dan...
Gandeng Luna Maya dan Marianne, Valencia Tanoesoedibjo Targetkan Gen Z Lewat SporTstive+
Rekomendasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Berita Terkini
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved