Wagub Emil Berharap Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Tumbuhkan Investasi di Jatim
Senin, 13 September 2021 - 16:57 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak berharap pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menumbuhkan investasi di Jatim. Orang nomor dua di Jatim itu ingin agar realisasi investasi dapat mencapai 60 persen seperti di 2020.
“Kita perlu menggenjot. Kita sangat ingin perekonomian cepat pulih. Memang kita mencetak sesuatu yang luar biasa di tahun 2020. Realisasi investasi yang mencapai 60 persen ingin kita dapatkan lagi,” ujar Emil saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Strategi Percepatan Pembangunan dan Pengelolaan KEK di Jatim, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Muncul Fakta Baru Kematian Bocah Korban Pertama Dugaan Ritual Pesugihan di Gowa
Menurut Emil, saat ini realisasi investasi di Jatim menduduki peringkat ketiga dalam kontribusi terhadap realisasi investasi nasional dengan prosentase 7,9 persen atau setara dengan Rp. 34,8 triliun. “Ini memang terhitung turun, tapi masih dalam nilai positif. Artinya memang tetap naik atau tumbuh,” terangnya.
Di Jatim sendiri, sebut Emil, saat ini terdapat dua KEK. Keduanya adalah KEK Singhasari dan KEK Java Integrated Industrial & Ports Estate (JIIPE) di Gresik. Kedua kawasan ini dinilai tak beririsan. Malah menjadi komplementer satu sama lainnya. Karena satunya adalah bidang tourism dan digital sedang satunya fokus pada bidang industri 4.0.
“Kita perlu menggenjot. Kita sangat ingin perekonomian cepat pulih. Memang kita mencetak sesuatu yang luar biasa di tahun 2020. Realisasi investasi yang mencapai 60 persen ingin kita dapatkan lagi,” ujar Emil saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Strategi Percepatan Pembangunan dan Pengelolaan KEK di Jatim, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Muncul Fakta Baru Kematian Bocah Korban Pertama Dugaan Ritual Pesugihan di Gowa
Menurut Emil, saat ini realisasi investasi di Jatim menduduki peringkat ketiga dalam kontribusi terhadap realisasi investasi nasional dengan prosentase 7,9 persen atau setara dengan Rp. 34,8 triliun. “Ini memang terhitung turun, tapi masih dalam nilai positif. Artinya memang tetap naik atau tumbuh,” terangnya.
Di Jatim sendiri, sebut Emil, saat ini terdapat dua KEK. Keduanya adalah KEK Singhasari dan KEK Java Integrated Industrial & Ports Estate (JIIPE) di Gresik. Kedua kawasan ini dinilai tak beririsan. Malah menjadi komplementer satu sama lainnya. Karena satunya adalah bidang tourism dan digital sedang satunya fokus pada bidang industri 4.0.
Lihat Juga :