Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Studi Banding ke Madiun, Petani Porang Trenggalek Borong Benih Produksi Peporindo

loading...
Studi Banding ke Madiun, Petani Porang Trenggalek Borong Benih Produksi Peporindo
Sejumlah petani porang dari tiga desa di Kecamatan Dongko, Trenggalek berkunjung ke gudang benih porang produksi Peporindo di Desa Moneng Kecamatan Pilangkenceng, Madiun. Foto SINDOnews
MADIUN - Sejumlah petani porang dari tiga desa di Kecamatan Dongko, Trenggalek berkunjung ke gudang benih porang produksi Perkumpulan Petani Porang Indonesia (Peporindo) di Desa Moneng Kecamatan Pilangkenceng, Madiun. Para petani dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Subur Lestari Desa Pringapus, Langgeng Bawono Desa Ngerdani dan Tani Lestari Desa Sigi itu pun memborong benih bersertifikasi Madiun 1.

Ketua LMDH Subur Lestari Desa Pringapus, Karyanto menjelaskan, Madiun menjadi pilihan studi banding karena tempat ini sudah terkenal dengan benih porang bersertifikasi Madiun 1 yang diedarkan oleh PT. Repindo. Baca juga:
Saat Pandemi, Edamame dan Porang tetap Diminati Negara Tujuan Ekspor


"Kedatangan kami ke sini dalam rangka studi banding budidaya porang, meski sebelumnya kami sudah budidaya porang. Madiun dipilih karena sudah terkenal dan bibitnya tersertifikasi Madiun 1, yang diedarkan PT Repindo," ujar Karyanto sambil melihat benih porang di gudang PT. Repindo, Minggu sore (12/09/2021).

Bersama petani lainnya, Karyanto mengaku memesan benih porang Madiun 1 kualifikasi umbi. Alasanya, dengan menanam benih umbi, maka pihaknya bisa memanen dalam satu kali musim tanam antara tujuh hingga delapan bulan. Harapanya, hasil panen bisa dijual dan hasilnya bisa digunakan untuk menutup kredit di bank, membeli bibit baru hingga menambah pundi-pundi tabungan.



"Kita beli benih umbi yang satu kilo isi dua atau tiga. Nanti satu musim tanam bisa dipanen dengan tiap umbi bisa menjadi 2,5 hingga 3 kg. Dengan panen tiap satu periode musim tanam, uang hasil panen bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, melunasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI, membeli benih baru hingga menambah tabungan," jelas Karyanto.

Kepala Desa Pringapus, Tamsi juga menyampaikan hal yang sama. Selain studi banding, kedatanganya bersama warganya yang menjadi petani porang adalah untuk memesan benih porang varietas Madiun 1 produksi Peporindo yang ijin edarnya oleh PT. Repindo. Baca juga: Kisah Sukses Petani Porang di Blora Ini, Bermodal Awal Rp7 Juta Kini Berpenghasilan Ratusan Juta Rupiah

Menurut Tamsi, benih porang Varietas Madiun1 secara fisik kuat dan padat sehingga tidak mudah pecah. "Sekarang kami pilih benih bersertifikasi. Lebih mahal gak masalah, yang penting hasilnya bagus. Karena kami pernah menanam benih katak yang belinya sembarangan dari teman. Dari 9 kg benih katak atau bubil itu tidak ada yang bisa tumbuh," jelas Tamsi.

Jumanto, Ketua Yayasan Masyarakat Porang Indonesia (YMPI) mengaku benih porang varietas Madiun 1 banyak dipesan petani porang luar daerah. Terlebih setelah kunjungan Presiden Jokowi, pada 19 Agustus lalu saat meresmikan pabrik pengolahan porang di desa Kuwu Kecamatan Pilangkenceng, Madiun. "Ini yang telepon dan berkunjung dari luar daerah cukup banyak. Banyak yang tanya Benih Madiun 1 produksi Peporindo," kata Jumanto.

Tingginya pesanan benih porang varietas Madiun 1 diakui Mustofa, Direktur PT. Repindo, selaku pemilik ijin edar porang varietas Madiun 1. "Iya benar, yang pesan vareitas Madiun 1 cukup banyak. Untuk tiga desa dari Trenggalek itu tadi saja mencapai 21 ton. Rata-rata minta dikirim cepat untuk mengejar musim tanam September-Oktober ini," ujar Gus Tofa.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top