Mengenang Tragedi Kebakaran Dahsyat di Jakarta Tahun 1873 dan Lahirnya Pasukan Satria Biru
Minggu, 12 September 2021 - 06:31 WIB
loading...
Koleksi Museum Pemadam Kebakaran TMII. Foto: http:/firejackindo.blogspot.com
A
A
A
KEBAKARAN Lapas Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari menjadi duka bangsa di tengah meredanya jumlah kematian akibat Covid-19. Sebanyak 44 warga binaan tewas dalam tragedi itu. Kebakaran Lapas Tangerang menambah daftar peristiwa kelam amuk Si Jago Merah yang pernah terjadi di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek.
Baca juga: Kenapa Tangerang Banyak Lapas? Begini Cerita dan Sejarahnya
Sebelumnya, masih hangat dalam ingatan masyarakat bagaimana kebakaran dahsyat menghanguskan gudang petasan/kembang api di Pergudangan 99, Kosambi, Tangerang, pada tahun 2017 silam. Kebakaran itu menewaskan 47 orang. Jika menelisik jauh ke belakang, tragedi kebakaran besar sebenarnya sudah pernah terjadi di Jakarta pada masa Pemerintah Hindia Belanda. Kejadian inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya pasukan Satria Biru Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Indonesia.
Dikutip dari laman https://www.jakartafire.net, sejarah damkar dulu dikenal dengan nama Branwir, yang diambil dari Bahasa Belanda, yakni Brandweer. Pembentukan korps Branwir bermula pada tahun 1873, dimana terjadi kebakaran besar di Kampung Kramat-Kwitang. Musibah ini tidak bisa diatasi oleh pemerintah kota saat itu. Sayangnya, tidak ada catatan sejarah terkait jumlah korban dalam tragedi itu.
![Mengenang Tragedi Kebakaran Dahsyat di Jakarta Tahun 1873 dan Lahirnya Pasukan Satria Biru]()
Kebakaran besar di Kampung Kramat-Kwitang kemudian mendorong Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan beleid pembentukan Branwir. Pemerintah Hindia Belanda membentuk satuan pemadam untuk menangani kebakaran di Batavia.
Baca juga: Kenapa Tangerang Banyak Lapas? Begini Cerita dan Sejarahnya
Sebelumnya, masih hangat dalam ingatan masyarakat bagaimana kebakaran dahsyat menghanguskan gudang petasan/kembang api di Pergudangan 99, Kosambi, Tangerang, pada tahun 2017 silam. Kebakaran itu menewaskan 47 orang. Jika menelisik jauh ke belakang, tragedi kebakaran besar sebenarnya sudah pernah terjadi di Jakarta pada masa Pemerintah Hindia Belanda. Kejadian inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya pasukan Satria Biru Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Indonesia.
Dikutip dari laman https://www.jakartafire.net, sejarah damkar dulu dikenal dengan nama Branwir, yang diambil dari Bahasa Belanda, yakni Brandweer. Pembentukan korps Branwir bermula pada tahun 1873, dimana terjadi kebakaran besar di Kampung Kramat-Kwitang. Musibah ini tidak bisa diatasi oleh pemerintah kota saat itu. Sayangnya, tidak ada catatan sejarah terkait jumlah korban dalam tragedi itu.

Kebakaran besar di Kampung Kramat-Kwitang kemudian mendorong Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan beleid pembentukan Branwir. Pemerintah Hindia Belanda membentuk satuan pemadam untuk menangani kebakaran di Batavia.
Lihat Juga :