Memilukan, Pengemudi Ojol Kakinya Putus Ditabrak Mobil Mewah Porsche Magnum
Sabtu, 11 September 2021 - 18:34 WIB
loading...
Tangkapan layar video viral pengemudi ojol luka parah ditabrak mobil mewah Porsche Magnum, hingga kakinya terputus. Foto/Ist.
A
A
A
BANDUNG - Kecelakaan lalu lintas menggemparkan warga Bandung, Jabar. Seorang pengemudi ojek online (ojol) kaki kirinya putus, usai ditabrak pengemudi yang mengendarai mobil mewah Porsce Magnum.
Baca juga: Truk Tangki Hantam Mobil dan Motor di Sigar Bencah, 4 Orang Tewas
Peristiwa nahas ini viral di media sosial. Dari video yang beredar, kecelakaan lalu lintas itu terjadi di kawasan Jalan Layang Pasupati, tepatnya di turunan Balubur, Kota Bandung, Jumat (11/9/2021) malam. Korban kini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kepala Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Bandung, Iptu Tejo Reno mengungkapkan, kecelakaan tragis ini melibatkan kendaraan Porsche Magnum bernomor polisi B 1 ADJ yang dikemudikan pria berinisial AD. Adapun korban merupakan pengemudi ojol berinisial AN, yang berkendara menggunakan sepeda motor bernomor polisi D 2888 KG.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dengan Kondisi Tanpa Sehelai Benang, Warga Tanyakan ke Jin Qorin
Tejo menerangkan, kecelakaan berawal saat mobil mewah Porsche Magnum yang dikendarai AD melaju dari arah barat ke timur. Tiba di turunan Pasupati di kawasan Balubur, AD menerobos lampu lalu lintas.
"Di TKP korban (AD) menerobos traffic light, kemudian menabrak kendaraan sepeda motor dikendarai AN yang sedang melaju dari arah selatan ke utara," ungkap Tejo, Sabtu (11/9/2021).
Tejo juga menyangkal bahwa AD melarikan diri setelah peristiwa itu terjadi. Menurutnya, AD kini telah diamankan berikut kendaraan Porsche Magnum itu. "Untuk pengemudi roda empat kita amankan di Polrestabes," katanya.
Baca juga: Remaja 17 Tahun Sehari Nikahi 2 Gadis Cantik Sekaligus Hebohkan Muratara
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Tejo, AD tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). Porsche Magnum yang dikendarainya juga bukan miliknya. "Sementara dia tidak memiliki SIM A. Kendaraan juga bukan miliknya (AD)," kata Tejo.
Berdasarkan pengakuan AD, lanjut Tejo, AD terpaksa menerobos lampu merah karena merasa takut setelah ada orang yang mengikutinya menggunakan sepeda motor. AD sendiri bertolak dari Jakarta, dan hendak menemui temannya di Bandung.
"(Berdasarkan pengakuan AD) Dari jauh ada yang ngikutin. Katanya ada yang gedor-gedor (pengendara) roda dua, maka tancap gas dia, gak menghiraukan lampu merah. Tapi kita masih penyidikan," terangnya.
Baca juga: Asyik Nyanyi dan Joget Bersama Bu Guru Cantik pada Jam Kerja, Kadikbud Terancam Sanksi
Tejo juga mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Jakarta, mengingat kendaraan yang dikemudikan AD berpelat nomor Jakarta. "Kita komunikasi sama Samsat Jakarta-nya. Mobilnya akan dilihat BPK, TNKB yang terpasang, kita komunikasi," ujarnya.
Tejo menambahkan, AD mengaku bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya mengingat korban yang ditabraknya mengalami putus kaki kiri. "Korban saat ini dalam tahap operasi dan menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Pengemudi mau bertanggung jawab, tapi nanti apakah akan memberikan bantuan operasi itu atau bagaimana kita masih lakukan pendalaman," tandasnya.
Baca juga: Truk Tangki Hantam Mobil dan Motor di Sigar Bencah, 4 Orang Tewas
Peristiwa nahas ini viral di media sosial. Dari video yang beredar, kecelakaan lalu lintas itu terjadi di kawasan Jalan Layang Pasupati, tepatnya di turunan Balubur, Kota Bandung, Jumat (11/9/2021) malam. Korban kini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kepala Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Bandung, Iptu Tejo Reno mengungkapkan, kecelakaan tragis ini melibatkan kendaraan Porsche Magnum bernomor polisi B 1 ADJ yang dikemudikan pria berinisial AD. Adapun korban merupakan pengemudi ojol berinisial AN, yang berkendara menggunakan sepeda motor bernomor polisi D 2888 KG.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dengan Kondisi Tanpa Sehelai Benang, Warga Tanyakan ke Jin Qorin
Tejo menerangkan, kecelakaan berawal saat mobil mewah Porsche Magnum yang dikendarai AD melaju dari arah barat ke timur. Tiba di turunan Pasupati di kawasan Balubur, AD menerobos lampu lalu lintas.
"Di TKP korban (AD) menerobos traffic light, kemudian menabrak kendaraan sepeda motor dikendarai AN yang sedang melaju dari arah selatan ke utara," ungkap Tejo, Sabtu (11/9/2021).
Tejo juga menyangkal bahwa AD melarikan diri setelah peristiwa itu terjadi. Menurutnya, AD kini telah diamankan berikut kendaraan Porsche Magnum itu. "Untuk pengemudi roda empat kita amankan di Polrestabes," katanya.
Baca juga: Remaja 17 Tahun Sehari Nikahi 2 Gadis Cantik Sekaligus Hebohkan Muratara
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Tejo, AD tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). Porsche Magnum yang dikendarainya juga bukan miliknya. "Sementara dia tidak memiliki SIM A. Kendaraan juga bukan miliknya (AD)," kata Tejo.
Berdasarkan pengakuan AD, lanjut Tejo, AD terpaksa menerobos lampu merah karena merasa takut setelah ada orang yang mengikutinya menggunakan sepeda motor. AD sendiri bertolak dari Jakarta, dan hendak menemui temannya di Bandung.
"(Berdasarkan pengakuan AD) Dari jauh ada yang ngikutin. Katanya ada yang gedor-gedor (pengendara) roda dua, maka tancap gas dia, gak menghiraukan lampu merah. Tapi kita masih penyidikan," terangnya.
Baca juga: Asyik Nyanyi dan Joget Bersama Bu Guru Cantik pada Jam Kerja, Kadikbud Terancam Sanksi
Tejo juga mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Jakarta, mengingat kendaraan yang dikemudikan AD berpelat nomor Jakarta. "Kita komunikasi sama Samsat Jakarta-nya. Mobilnya akan dilihat BPK, TNKB yang terpasang, kita komunikasi," ujarnya.
Tejo menambahkan, AD mengaku bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya mengingat korban yang ditabraknya mengalami putus kaki kiri. "Korban saat ini dalam tahap operasi dan menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Pengemudi mau bertanggung jawab, tapi nanti apakah akan memberikan bantuan operasi itu atau bagaimana kita masih lakukan pendalaman," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :