Imigrasi Polman Perkuat Pengawasan Orang Asing
Jum'at, 10 September 2021 - 18:26 WIB
loading...
Kantor Imigrasi Polman melakukan rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA), Kamis (9/9). Foto: Istimewa
A
A
A
POLMAN - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar menggelar rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Kabupaten Polewali Mandar, Kamis kemarin. Dalam rapat itu, juga dilakukan pengukuhan empat Tim PORA Kecamatan.
Sejumlah pihak terkait hadir dalam rakor tersebu. Di antaranya, perwakilanPemkab Polewali Mandar, Polres, KODIM 1402/Polman, Posmat TNI AL, Kejaksaan Negeri, BNN, BIN, BAIS, Kementerian Agama, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Baca juga:Sepekan Hilang, Kakek Gesuri Ditemukan Kelaparan di Hutan Enrekang
Ada juga Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja dan ESDM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Perwakilan dari unsur kecamatan, perwakilan polsek, serta perwakilan Komando Rayon Militer.
Wakil Bupati Polewali Mandar, HM Natsir Rahmat berharap agar para peserta rapat dapat menyamakan persepsi dalam hal pengawasan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
“Kehadiran Tim Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Polewali Mandar sebagai wadah tempat tukar menukar informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di Kabupaten Polewali Mandar merupakan hal yang penting,“ kata Wakil Bupati dalam siaran persnya.
Natsir menambahkan, sejak terbentuknya Tim PORA di Kabupaten Polewali Mandar, pemerintah telah memfungsikan Tim PORA tersebut sebagai pelaksana pengawasan orang asing.
Baca juga:Pemkab Maros Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Veteran Perang
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah secara berkala melaporkan keberadaan orang asing, yang informasinya berasal dari masyarakat, melalui Tim PORA.
Kepala Bidang Intelijen dan PenindakanKeimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat, Soeryo Tarto Kisdoyo mengatakan bahwa saat ini diperlukan sinergi dan persamaan persepsi tentang kebijakan-kebijakan terhadap orang asing.
“Setiap negara tentunya memiliki kebijakan masing-masing terkait dengan keimigrasian, begitu halnya dengan Indonesia yang memiliki kebijakan selektif atau selective policy. Masuknya orang asing ke Indonesia dilakukan secara selektif hanya untuk orang asing yangmemberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum yang diperbolehkan masuk dan berada di wilayah Indonesia. Misalnya adalah orang asing yang mendatangkan devisa,” sambung Soeryo.
Ia melanjutkan bahwa orang asing yang berkunjung ke Indonesia juga bisa menimbulkan dampak yang negatif seperti ancaman ideologi, perdagangan manusia, cyber crime, terorisme, ancaman narkoba dan dampak negatif lainnya.
Baca juga:Dewan Minta Pemprov Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Wajo-Soppeng
Untuk itulah, pembentukan Tim PORA hingga tingkat kecamatan diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing. Sehingga, ketika ada orang asing yang berada di wilayah Indonesia, semua anggota Tim PORA dapat saling berkoordinasi dan bertukar informasi.
Rapat Koordinasi Tim PORA diakhiri dengan diskusi dari para peserta rapat. Para peserta terlihat sangat antusias dan menyampaikan beberapa pertanyaan terkait dengan pelaksanaan tugas yang harus dilakukan setelah pengukuhan Tim PORA ini.
Sejumlah pihak terkait hadir dalam rakor tersebu. Di antaranya, perwakilanPemkab Polewali Mandar, Polres, KODIM 1402/Polman, Posmat TNI AL, Kejaksaan Negeri, BNN, BIN, BAIS, Kementerian Agama, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Baca juga:Sepekan Hilang, Kakek Gesuri Ditemukan Kelaparan di Hutan Enrekang
Ada juga Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja dan ESDM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Perwakilan dari unsur kecamatan, perwakilan polsek, serta perwakilan Komando Rayon Militer.
Wakil Bupati Polewali Mandar, HM Natsir Rahmat berharap agar para peserta rapat dapat menyamakan persepsi dalam hal pengawasan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
“Kehadiran Tim Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Polewali Mandar sebagai wadah tempat tukar menukar informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di Kabupaten Polewali Mandar merupakan hal yang penting,“ kata Wakil Bupati dalam siaran persnya.
Natsir menambahkan, sejak terbentuknya Tim PORA di Kabupaten Polewali Mandar, pemerintah telah memfungsikan Tim PORA tersebut sebagai pelaksana pengawasan orang asing.
Baca juga:Pemkab Maros Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Veteran Perang
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah secara berkala melaporkan keberadaan orang asing, yang informasinya berasal dari masyarakat, melalui Tim PORA.
Kepala Bidang Intelijen dan PenindakanKeimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat, Soeryo Tarto Kisdoyo mengatakan bahwa saat ini diperlukan sinergi dan persamaan persepsi tentang kebijakan-kebijakan terhadap orang asing.
“Setiap negara tentunya memiliki kebijakan masing-masing terkait dengan keimigrasian, begitu halnya dengan Indonesia yang memiliki kebijakan selektif atau selective policy. Masuknya orang asing ke Indonesia dilakukan secara selektif hanya untuk orang asing yangmemberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum yang diperbolehkan masuk dan berada di wilayah Indonesia. Misalnya adalah orang asing yang mendatangkan devisa,” sambung Soeryo.
Ia melanjutkan bahwa orang asing yang berkunjung ke Indonesia juga bisa menimbulkan dampak yang negatif seperti ancaman ideologi, perdagangan manusia, cyber crime, terorisme, ancaman narkoba dan dampak negatif lainnya.
Baca juga:Dewan Minta Pemprov Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Wajo-Soppeng
Untuk itulah, pembentukan Tim PORA hingga tingkat kecamatan diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing. Sehingga, ketika ada orang asing yang berada di wilayah Indonesia, semua anggota Tim PORA dapat saling berkoordinasi dan bertukar informasi.
Rapat Koordinasi Tim PORA diakhiri dengan diskusi dari para peserta rapat. Para peserta terlihat sangat antusias dan menyampaikan beberapa pertanyaan terkait dengan pelaksanaan tugas yang harus dilakukan setelah pengukuhan Tim PORA ini.
(luq)
Lihat Juga :