Kapal Terbakar di Maluku Utara, Asep Cemas dengan Nasib 3 Anaknya
Jum'at, 10 September 2021 - 12:47 WIB
loading...
Keluarga ABK kapal terbakar di perairan Maluku Utara, KM Hentri GT 195 berkumpul di depan rumah Asep Supriyanto, menunggu kejelasan nasib anaknya. Foto/MPI/Dharmawan Hadi
A
A
A
SUKABUMI - Asep Supriyanto (50) berharap-harap cemas menunggu kejelasan nasib 3 anaknya usai KM Hentri GT 195 terbakar di perairan Maluku Utara. Ketiga anaknya jadi ABK kapal terbakar saat mencari cumi menuju perairan Merauke.
Asep merupakan orang tua dari Ardian Rahman (wakil kapten kapal KM Hentri GT 195), Adam Fauzan (ketua kamar mesin), dan Angga Framudya (wakil ketua kamar mesin). Dia berharap ketiga anaknya selamat dan dapat berkumpul kembali.
Saat ditemui di kediamannya di Kampung Leuwigoong RT 01/15 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Asep masih bersedih karena satu putranya hingga sekarang belum ada kabarnya.
"Ardian Rahman dan Angga Framudya Alhamdulillah selamat, hanya Adam Fauzan yang belum diketahui nasibnya," ujarnya denganmata berkaca-kaca.
Asep menambahkan ada orang kantor yang menelpon dan memberi kabar bahwa 10 orang ABK ada diselamatkan oleh kapal syahbandar. Akan tetapi dirinya masih menganggap sebuah harapan. Sebab, hingga sekarang nama 10 orang tersebut belum dipublikasikan.
Asep merupakan orang tua dari Ardian Rahman (wakil kapten kapal KM Hentri GT 195), Adam Fauzan (ketua kamar mesin), dan Angga Framudya (wakil ketua kamar mesin). Dia berharap ketiga anaknya selamat dan dapat berkumpul kembali.
Saat ditemui di kediamannya di Kampung Leuwigoong RT 01/15 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Asep masih bersedih karena satu putranya hingga sekarang belum ada kabarnya.
"Ardian Rahman dan Angga Framudya Alhamdulillah selamat, hanya Adam Fauzan yang belum diketahui nasibnya," ujarnya denganmata berkaca-kaca.
Asep menambahkan ada orang kantor yang menelpon dan memberi kabar bahwa 10 orang ABK ada diselamatkan oleh kapal syahbandar. Akan tetapi dirinya masih menganggap sebuah harapan. Sebab, hingga sekarang nama 10 orang tersebut belum dipublikasikan.
Lihat Juga :