Sepi Pembeli, Pedagang Siap Rugi Obral Selongsong Ketupat
Minggu, 31 Mei 2020 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Harga selongsong ketupat biasanya dijual Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per ikat. Setiap ikat berisi 10 selongsong ketupat. Sepinya pembeli, membuat pedagang bersiap merugi. Mereka pun mengobral barang dagangannya itu agar masih bisa dimanfaatkan warga untuk merayakan Lebaran Ketupat.
“Saya dijual obral. Terserah nanti yang mau nawar berapa. Daripada kebuang tidak dipakai, diobral saja. Biar masih bisa manfaat bagi orang lain, dan kita juga tak semakin rugi,” lugasny sembari mengikat selongsong ketupat.(Baca juga : Hadapi New Normal, Polda Jateng Libatkan Kampung Siaga COVID-19 )
Penuturan serupa disampaikan Darmin, warga Mranggen Demak. Dua hari terakhir dia bersama istri menggelar tikar di halaman parkir. Tangan mereka sibuk merangkai janur menjadi ketupat. Sangat terampil gerakannya, meski tanpa melihat namun kurang dari dua menit selongsong ketupat telah siap dijual.
“Sudah sejak lama menjadi pedagang ketupat begini. Biasanya pasar sini ramai, tapi kok kali ini sangat sepi. Mungkin ini baru kejual 10 ikat. Kalau rugi ya pasti lah,” ungkapnya diselingi senyum getir.
Dia mengaku mendapatkan janur atau daun muda pelepah kelapa itu bukan perkara mudah. Pada pedagang harus mendatangkan dari luar daerah seperti Salatiga dan Ambarawa. Sebab, banyak pohon kelapa mati akibat diserang hama.
“Saya dijual obral. Terserah nanti yang mau nawar berapa. Daripada kebuang tidak dipakai, diobral saja. Biar masih bisa manfaat bagi orang lain, dan kita juga tak semakin rugi,” lugasny sembari mengikat selongsong ketupat.(Baca juga : Hadapi New Normal, Polda Jateng Libatkan Kampung Siaga COVID-19 )
Penuturan serupa disampaikan Darmin, warga Mranggen Demak. Dua hari terakhir dia bersama istri menggelar tikar di halaman parkir. Tangan mereka sibuk merangkai janur menjadi ketupat. Sangat terampil gerakannya, meski tanpa melihat namun kurang dari dua menit selongsong ketupat telah siap dijual.
“Sudah sejak lama menjadi pedagang ketupat begini. Biasanya pasar sini ramai, tapi kok kali ini sangat sepi. Mungkin ini baru kejual 10 ikat. Kalau rugi ya pasti lah,” ungkapnya diselingi senyum getir.
Dia mengaku mendapatkan janur atau daun muda pelepah kelapa itu bukan perkara mudah. Pada pedagang harus mendatangkan dari luar daerah seperti Salatiga dan Ambarawa. Sebab, banyak pohon kelapa mati akibat diserang hama.
(nun)
Lihat Juga :