Cerita Ko Heri Botak: Dari Pemandu Wisata Putar Haluan Berjualan Parfum Keliling demi Menyambung Hidup
Kamis, 09 September 2021 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang memiliki berbagai sertifikat kepariwisataan ini, masih juga tetap mempromosikan pariwisata di Sulawesi Utara, melalui website yang dibuatnya. Tentunya sambil berjualan parfum keliling.
![Cerita Ko Heri Botak: Dari Pemandu Wisata Putar Haluan Berjualan Parfum Keliling demi Menyambung Hidup]()
Sementara Donald Montolalu, sahabat Heri sesama pemandu wisata, mengaku tergugah dengan kegigihan Heri yang tak mengeluh berjualan parfum keliling demi dapat bertahan hidup di tengah badai COVID-19.
"Hari ini kita ketemu Heri dengan parfumnya. Saya tanam jagung sama cabe di kebun. Teman-teman lain ada yang punya sepeda motor jadi tukang ojek, ada yang usaha katering. Sekarang semua kita lakukan demi bertahan hidup, karena sebagai pemandu wisata kita sudah tidak punya penghasilan," ujar Donald.
Baca juga: Kian Parah, Ribuan Rumah di Wajo Terendam Banjir Setinggi 3 Meter
Donald mengaku, bersama Heri saat ini tergabung dalam Insan Pariwisata Indonesia (IPI) dengan kiat-kiat di masa pandemi COVID-19, dengan memperkuat desa-desa wisata yang merupakan objek atau tujuan wisata yang perlu dikembangkan, sehingga pada waktunya ketika sudah ada pengunjung, desa wisata itu sudah siap menerima kunjungan
"Kita berharap, mungkin pandemi COVID-19 ini segera berlalu dan kegiatan pariwisata akan kembali normal lagi, serta tumbuh dan bergairah lagi. Di samping saat ini kami tetap semangat untuk meningkatkan kualitas, saling berkomunikasi di antara kami sesama pelaku pariwisata, meningkatkan kapasitas belajar hal-hal yang baru sehingga ketika waktunya nanti kami sudah siap," kata Donald.

Sementara Donald Montolalu, sahabat Heri sesama pemandu wisata, mengaku tergugah dengan kegigihan Heri yang tak mengeluh berjualan parfum keliling demi dapat bertahan hidup di tengah badai COVID-19.
"Hari ini kita ketemu Heri dengan parfumnya. Saya tanam jagung sama cabe di kebun. Teman-teman lain ada yang punya sepeda motor jadi tukang ojek, ada yang usaha katering. Sekarang semua kita lakukan demi bertahan hidup, karena sebagai pemandu wisata kita sudah tidak punya penghasilan," ujar Donald.
Baca juga: Kian Parah, Ribuan Rumah di Wajo Terendam Banjir Setinggi 3 Meter
Donald mengaku, bersama Heri saat ini tergabung dalam Insan Pariwisata Indonesia (IPI) dengan kiat-kiat di masa pandemi COVID-19, dengan memperkuat desa-desa wisata yang merupakan objek atau tujuan wisata yang perlu dikembangkan, sehingga pada waktunya ketika sudah ada pengunjung, desa wisata itu sudah siap menerima kunjungan
"Kita berharap, mungkin pandemi COVID-19 ini segera berlalu dan kegiatan pariwisata akan kembali normal lagi, serta tumbuh dan bergairah lagi. Di samping saat ini kami tetap semangat untuk meningkatkan kualitas, saling berkomunikasi di antara kami sesama pelaku pariwisata, meningkatkan kapasitas belajar hal-hal yang baru sehingga ketika waktunya nanti kami sudah siap," kata Donald.
(eyt)
Lihat Juga :