Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Keracunan Nasi Besek Hidangan Pengajian di Karawang, 83 Orang Klenger dan Satu Tewas

loading...
Keracunan Nasi Besek Hidangan Pengajian di Karawang, 83 Orang Klenger dan Satu Tewas
Sudah 83 orang menjalani perawatan karena keracunan makanan saat pengajian di Karawang.Foto/ilustrasi
KARAWANG - Diduga keracunan nasi besek hidangan pengajian, puluhan warga di Karawang, Jawa Barat dilarikan ke rumah sakit. Satu orang nyawanya tak tertolong. Hingga Senin (9/6/2021) ada 83 warga Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru menjalani perawatan. Puskesmas Cikampek sampai kewalahan..

"Hingga hari ini korban keracunan terus bertambah menjadi 83 orang. Karena korban terus bertambah sebagian kita larikan ke beberapa rumah sakit atau puskesmas terdekat," kata Kepala Puskesmas Cikampek, dr. Nenden Maulina, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Wanita Tewas Tertabrak Kereta Diduga Usai Selfie Viral, Daop 2 Sayangkan Aktivitas Warga di Rel KA

Menurut Nenden, keracunan terjadi ketika warga Desa Cikampek Utara menghadiri pengajian di Majelis Taklim Nurul Huda, Kamis (2/9/21). Warga menkonsumsi nasi berkat tersebut, namun esok harinya mulai merasakan pusing, mual hingga diare.



"Sejak Jumat hingga senin ini warga bergantian datang ke puskesmas untuk berobat. Sebagian kita larikan kerumah sakit karena kondisinya cukup serius," katanya.

Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Ditelanjangi dan Dibunuh, Pelakunya Masih Misterius Polisi Minta Bantuan Dishub

Nenden mengatakan, warga yang keracunan memiliki gejala yang sama yaitu pusing, mual-mual, diari dan sesak nafas. Sebagaian dari mereka sudah boleh pulang karena hanya mengalami gejala ringan. Sedangkan korban yang cukup serius dibawa ke rumah sakit," katanya.

Kapolsek Kotabaru, Iptu Tata mengatakan, kepolisian sedang melakukan pendataan terhadap korban keracunan. Selain itu pihaknya masih mendalami kasus keracunan yang menimpa warga makanan Desa Cikampek Utara. "Masih kita dalami kasusnya saat ini kita masih melakukan pendataan, karena warga yang keracunan terus bertambah," katanya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top