Anggota TNI AD Diduga Meninggal Tidak Wajar, Keluarga Meminta Bantuan Presiden
Jum'at, 03 September 2021 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Setelah adik kami dikabarkan meninggal, mereka akan langsung bawa pulang ke kampung, tapi kata ayah saya tunggu sedikit karena ada saudara kita yang akan pergi ke tempat adik kami. Setelah saudara kami sampai dia dengan cepat memfoto adik kami, dan dikirimkan kepada keluarga. Baca juga: TNI AD dan US Army Bahas Pembangunan Puslatpur Kodiklatad Terbaik di Asia Tenggara
"Kami keluarga merasa hancur melihat keadaan adik kami seperti itu, kalau adik kami meninggal dengan sakit kenapa matanya biru mulutnya, tangannya seperti menahan kesakitan. Dan setelah melihat foto adik kami seperti itu,ayah saya dengan berat hati putuskan untuk di otopsi adik kami Candra Kumaralo," tutur Jessica.
Adik kami di outopsi pada tanggal 20 Juli 2021 dan sampai saat ini keluarga belum menerima hasil otopsi. Kata mereka nanti di sidang akan tahu hasil otopsinya bagaimana, tapi sampai saat ini sudah lewat ibadah 40 hari kepergian adik kami, keluarga belum dikabarkan kapan sidang akan di lakukan.
Orangtua saya sudah pergi ke Gorontalo untuk melihat mereka yang ditahan (penjara) karena kabarnya sudah ada yang ditahan tapi setelah orangtua kami sampai di Gorontalo, Orangtua kami tidak diijinkan untuk melihat mereka yang di Tahan. Kabarnya juga ada tiga orang yang dipindahkan di POM Manado.
OrangTua kami juga pergi ke sana untuk melihat apa benar mereka sudah di tahan, tapi Orangtua kami tidak di ijinkan untuk melihat. Keluarga hanya ingin memastikan apa betul mereka sudah di tahan atau tidak. Kami keluarga merasakan kasus ini seperti sengaja didiamkan.
Keluarga mencoba merelakan tubuh adik kami di bedah-bedah (otopsi), apapun yang keluarga lakukan adik kami takkan pernah kembali lagi tapi kami keluarga ingin keadilan, kenapa adik kami meninggal seperti ini. Buat mereka adik kami tidak berharga makanya mereka menyia-nyiakan seperti itu.
"Kami keluarga merasa hancur melihat keadaan adik kami seperti itu, kalau adik kami meninggal dengan sakit kenapa matanya biru mulutnya, tangannya seperti menahan kesakitan. Dan setelah melihat foto adik kami seperti itu,ayah saya dengan berat hati putuskan untuk di otopsi adik kami Candra Kumaralo," tutur Jessica.
Adik kami di outopsi pada tanggal 20 Juli 2021 dan sampai saat ini keluarga belum menerima hasil otopsi. Kata mereka nanti di sidang akan tahu hasil otopsinya bagaimana, tapi sampai saat ini sudah lewat ibadah 40 hari kepergian adik kami, keluarga belum dikabarkan kapan sidang akan di lakukan.
Orangtua saya sudah pergi ke Gorontalo untuk melihat mereka yang ditahan (penjara) karena kabarnya sudah ada yang ditahan tapi setelah orangtua kami sampai di Gorontalo, Orangtua kami tidak diijinkan untuk melihat mereka yang di Tahan. Kabarnya juga ada tiga orang yang dipindahkan di POM Manado.
OrangTua kami juga pergi ke sana untuk melihat apa benar mereka sudah di tahan, tapi Orangtua kami tidak di ijinkan untuk melihat. Keluarga hanya ingin memastikan apa betul mereka sudah di tahan atau tidak. Kami keluarga merasakan kasus ini seperti sengaja didiamkan.
Keluarga mencoba merelakan tubuh adik kami di bedah-bedah (otopsi), apapun yang keluarga lakukan adik kami takkan pernah kembali lagi tapi kami keluarga ingin keadilan, kenapa adik kami meninggal seperti ini. Buat mereka adik kami tidak berharga makanya mereka menyia-nyiakan seperti itu.
Lihat Juga :