Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pemprov Jatim Gelar Vaksinasi di Sidoarjo, Target Suntik 10.000 Dosis Vaksin

loading...
Pemprov Jatim Gelar Vaksinasi di Sidoarjo, Target Suntik 10.000 Dosis Vaksin
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau vaksinasi di GOR Sidoarjo. Foto SINDOnews
SIDOARJO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelar vaksinasi massal di Gelanggang Olahraga (GOR) Sidoarjo. Untuk target pesertanya, adalah masyarakat umum Sidoarjo yang berusia di atas 18 tahun. Vaksinasi ini menargetkan sebanyak 10.000 dosis vaksin.

Pelaksaaan vaksinasi tersebut, dilaksanakan selama 3 hari. Mulai tanggal 1-3 September 2021 menggunakan vaksin jenis Astrazeneca. Dengan target vaksin di hari pertama sebanyak 4.000 dosis vaksin, dan masing-masing 3.000 vaksin untuk hari kedua dan ketiga. Baca juga: Percepat Vaksinasi COVID-19, Gerakan Indonesia Pasti Bisa Gelar Webinar Edukasi Masyarakat

Untuk tenaga vaksinatornya sebanyak 120 nakes disupport oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dan dibantu 60 orang tenaga relawan. Masyarakat bisa mendaftar secara online maupun offline. "Semua pihak terus berupaya untuk memaksimalkan ikhtiar untuk penanganan COVID-19 melalui vaksinasi," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/9/2021).

Khofifah menambahkan, dalam aglomerasi Surabaya yang didalamnya termasuk Sidoarjo, saat ini berada di PPKM Level 3. Harapannya, dengan dengan percepatan vaksinasi, maka pada saat update leveling per tanggal 6 September nanti, Sidoarjo bisa berada di level 2.



"Ayo dijaga prokesnya, dimaksimalkan vaksinasinya, mudah-mudahan nanti per tanggal 6 September nanti level PPKM-nya Sidoarjo bisa menjadi level 2," harapnya. Baca juga: Pemprov DKI Tambah Kembali Kuota Vaksin hingga 3 September 2021

Namun demikian, Khofifah berpesan posisi zonasi yang ada saat ini tidak membuat masyarakat merasakan euforia. Tetapi justru menjadikan semua pihak semakin serius dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Alhamdulilah, tadi pagi saya ke Rumah Sakit Islam A Yani BOR-nya pasien COVID-19 sudah di bawah 10 persen, Rumah Sakit dr. Soetomo sudah tiga hari yang lalu bornya juga sudah di bawah 10 persen. Artinya kasus ini makin melandai makin melandai tetapi kita tidak boleh kendor kita tidak boleh lengah," tegasnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top