Dewan Makassar Desak Pembentukan Kurikulum Daring
Kamis, 02 September 2021 - 10:52 WIB
loading...
Gedung DPRD Makassar. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar , Yeni Rahman mengkritisi langkah pemkot yang sangat bergantung dengan vaksinasi dalam rangka pembelajaran tatap muka (PTM).
Menurutnya, salah satu solusi yang hingga kini belum dijangkau pemerintah adalah kurikulum khusus untuk pembelajaran daring.
Baca juga:Dewan Soroti Jalan Rusak di Metro Tanjung Bunga yang Tak Kunjung Dibenahi
"Saya tidak fokus untuk kembali sekolah, semestinya sistem pembelajaran sekarang yang dibenahi, karena kita tidak tau ini sampai kapan ini pandemi," ujar legisalator PKS ini saat ditemui SINDOnews, kemarin.
Prospek pembelajaran daring, kata dia, merupakan hal yang ingin dicapai, sebagai bentuk pembelajaran modern di tengah era digitalisasi. Makanya, dia menganggap hal ini yang perlu didorong.
"Seperti sekolah universitas terbuka kan dulu. Orang tidak pakai ji juga tatap muka na bagus tongji hasilnya," lanjutnya.
Baca juga:Dewan Usul Beasiswa Khusus Bagi Warga Kepulauan Makassar
Menurutnya, pembelajaran tatap muka saat ini masih sulit digelar. Apalagi vaksinasi tak menjamin siswa tidak akan terkena Covid-19 dengan hadirnya sejumlah varian baru.
Jangan sampai pembukaan sekolah yang tergesa-gesa mengandalkan vaksin ini akan menimbulkan klaster baru. Pemkot diminta tak buru-buru untuk mengandalkan vaksinasi sebelum situasi benar-benar aman.
"Kalau ketertinggalan kecerdasan seperti saya bilang itu sebenarnya bisa dikejar dengan metode ini, namun memang tidak dikaji metodenya, kalau saya masih bisa dikejar," katanya.
Baca juga:Pendapatan Pajak Retribusi di Makassar Dinilai Belum Optimal
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan, PTM bakal segera digelar begitu vaksinasi rampung. "Tentunya dengan percepatan vaksinasi adalah bagian dari dukungan pondasi yang paling kuat untuk melaksanakan PTM," katanya.
Apalagi kata dia telah terjadi penurunan kasus, dia menargetkan Makassar akan turun menjadi zona kuning dalam sepekan ke depan. "Kita lihat evaluasi nanti, target saya tanggal 6 (September) itu keluar dari merah. Kita juga target lagi agar keluar dari kuning," ucapnya.
Menurutnya, salah satu solusi yang hingga kini belum dijangkau pemerintah adalah kurikulum khusus untuk pembelajaran daring.
Baca juga:Dewan Soroti Jalan Rusak di Metro Tanjung Bunga yang Tak Kunjung Dibenahi
"Saya tidak fokus untuk kembali sekolah, semestinya sistem pembelajaran sekarang yang dibenahi, karena kita tidak tau ini sampai kapan ini pandemi," ujar legisalator PKS ini saat ditemui SINDOnews, kemarin.
Prospek pembelajaran daring, kata dia, merupakan hal yang ingin dicapai, sebagai bentuk pembelajaran modern di tengah era digitalisasi. Makanya, dia menganggap hal ini yang perlu didorong.
"Seperti sekolah universitas terbuka kan dulu. Orang tidak pakai ji juga tatap muka na bagus tongji hasilnya," lanjutnya.
Baca juga:Dewan Usul Beasiswa Khusus Bagi Warga Kepulauan Makassar
Menurutnya, pembelajaran tatap muka saat ini masih sulit digelar. Apalagi vaksinasi tak menjamin siswa tidak akan terkena Covid-19 dengan hadirnya sejumlah varian baru.
Jangan sampai pembukaan sekolah yang tergesa-gesa mengandalkan vaksin ini akan menimbulkan klaster baru. Pemkot diminta tak buru-buru untuk mengandalkan vaksinasi sebelum situasi benar-benar aman.
"Kalau ketertinggalan kecerdasan seperti saya bilang itu sebenarnya bisa dikejar dengan metode ini, namun memang tidak dikaji metodenya, kalau saya masih bisa dikejar," katanya.
Baca juga:Pendapatan Pajak Retribusi di Makassar Dinilai Belum Optimal
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan, PTM bakal segera digelar begitu vaksinasi rampung. "Tentunya dengan percepatan vaksinasi adalah bagian dari dukungan pondasi yang paling kuat untuk melaksanakan PTM," katanya.
Apalagi kata dia telah terjadi penurunan kasus, dia menargetkan Makassar akan turun menjadi zona kuning dalam sepekan ke depan. "Kita lihat evaluasi nanti, target saya tanggal 6 (September) itu keluar dari merah. Kita juga target lagi agar keluar dari kuning," ucapnya.
(luq)
Lihat Juga :