DPRD DKI: Penumpang Wajib Vaksin, tapi Masih Ada Petugas Transjakarta Belum Divaksin

Rabu, 01 September 2021 - 18:08 WIB
loading...
DPRD DKI: Penumpang...
DPRD DKI Jakarta menyatakan baru 60 persen pegawai Transjakarta sudah mendapatkan vaksinasi. Namun, berdasarkan petugas Transjakarta yang mengkoordinir vaksinasi baru 43 persen yang divaksin. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari menyatakan baru 60 persen pegawai Transjakarta sudah mendapatkan vaksinasi. Namun, berdasarkan petugas Transjakarta yang mengkoordinir vaksinasi baru 43 persen yang divaksin.

Sementara, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan syarat ketat wajib vaksinasi Covid-19 bagi calon penumpang angkutan umum seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta guna mewaspadai klaster angkutan umum.
Baca juga: Ini Rute Transjakarta Koridor 3 Kalideres-Pasar Baru yang Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

“Bagaimana bisa menuntut seluruh penumpang sudah wajib vaksin, tapi sebaliknya pekerja yang bertugas justru belum terlindungi vaksin? Seharusnya pelayan publik menjadi contoh dan kalau bisa mendekati 100 persen tervaksin," ujar Eneng dalam siaran tertulisnya, Rabu (1/9/2021).

Vaksinasi petugas Transjakarta sangat penting karena petugas kontak langsung dengan kerumunan penumpang di halte dan bus sehingga memiliki risiko tinggi untuk tertular dan menulari virus.

Dia meminta Transjakarta segera mencontoh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mewajibkan seluruh pegawai disuntik vaksin sehingga tingkat vaksinasi mencapai 98 persen. Bahkan, PT KCI juga mengupayakan vaksinasi bagi anggota keluarga pegawainya.
Baca juga: Anies Ingatkan Wajib Vaksin Penumpang Bus Transjakarta, Netizen Semangat Beri Pendapat

“Pegawai BUMD merupakan salah satu pekerja pelayanan publik yang paling awal mendapatkan vaksin sejak lima bulan lalu. Seharusnya direksi Transjakarta memastikan seluruh pegawainya telah menjalani vaksinasi agar penumpang merasa aman menggunakan transportasi massal,” ungkap Eneng.

Belum lagi, Pemprov DKI juga mulai memberlakukan aturan ganjil-genap dan kegiatan sekolah tatap muka terbatas. “Aturan ganjil-genap membuat masyarakat berbondong-bondong pindah ke transportasi umum sehingga jumlah penumpang meningkat dan berdesakan di dalam bus. Jangan sampai kendaraan pribadi dibatasi, tapi bus Transjakarta malah menjadi klaster penyebaran virus karena petugasnya tidak divaksin,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Transjakarta Buka Loker...
Transjakarta Buka Loker Besar-Besaran di Management Trainee 2026, Ini Syarat Lengkapnya
Momen Prabowo Jajal...
Momen Prabowo Jajal Bus Listrik Terbaru Transjakarta di Pabrik Perakitan Magelang
Rekomendasi
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Infografis
Seluruh Penumpang KA...
Seluruh Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved