Dianiaya Puluhan Kakak Kelasnya, 12 Siswa SMAN Unggul Jaya Pidie Kabur dari Asrama
Rabu, 01 September 2021 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Menurut pengakuan delapan siswa yang berhasil diwawancarai media ini, mereka diancam jika membocorkan kasus ini ke orang tua dan pihak sekolah bakal dipukul lagi. "Lebih dari dua jam kami dianiaya dilantai dua, tepatnya di lobby asrama SMU Unggul tersebut," ujar siswa lainnya yang menjadi korban penganiayaan.
Ke-12 orang siswa ini mengakui mengalami rasa trauma yang mendalam. " Kami tidak berani kembali ke sekolah sebelum ada jaminan keamanan dari pihak sekolah dan sanksi bagi pelaku, sudah tiga hari kami tidak sekolah, karena ketakutan," sebutnya. Baca: Jabar Luncurkan Rintisan Usaha Petani Milenial Bidang Perkebunan.
Salah seorang wali murid yang berhasil diwawancarai wartawan mengatakan, pihaknya sangat keberatan dengan kasus pemukulan dan penganiayaan terhadap anaknya. "Saya tidak bisa terima anak saya dipukuli oleh kakak kelasnya," sebutnya.
Dia berharap kasus ini bisa terselesaikan, jangan dibiarkan begitu ."Sudah tiga hari anak-anak kami tidak sekolah karena trauma yang mendalam. Jangan korban dibiarkan tidak sekolah kakak kelasnya masih bisa sekolah, padahal yang jadi korban itu anak-anak kami," pungkasnya. Baca: PTM Bisa Tertunda, Banyak Wali Murid Tak Mengizinkan Anaknya Ikut.
Sementara itu, Kepala SMAN Unggul Pidie Jaya, Nurjannah saat dikonfirmasi wartawan via seluler dan pesan singkat WhatsApp tidak merespon.
Ke-12 orang siswa ini mengakui mengalami rasa trauma yang mendalam. " Kami tidak berani kembali ke sekolah sebelum ada jaminan keamanan dari pihak sekolah dan sanksi bagi pelaku, sudah tiga hari kami tidak sekolah, karena ketakutan," sebutnya. Baca: Jabar Luncurkan Rintisan Usaha Petani Milenial Bidang Perkebunan.
Salah seorang wali murid yang berhasil diwawancarai wartawan mengatakan, pihaknya sangat keberatan dengan kasus pemukulan dan penganiayaan terhadap anaknya. "Saya tidak bisa terima anak saya dipukuli oleh kakak kelasnya," sebutnya.
Dia berharap kasus ini bisa terselesaikan, jangan dibiarkan begitu ."Sudah tiga hari anak-anak kami tidak sekolah karena trauma yang mendalam. Jangan korban dibiarkan tidak sekolah kakak kelasnya masih bisa sekolah, padahal yang jadi korban itu anak-anak kami," pungkasnya. Baca: PTM Bisa Tertunda, Banyak Wali Murid Tak Mengizinkan Anaknya Ikut.
Sementara itu, Kepala SMAN Unggul Pidie Jaya, Nurjannah saat dikonfirmasi wartawan via seluler dan pesan singkat WhatsApp tidak merespon.
(nag)
Lihat Juga :