Geruduk Kantor BPK, Mahasiswa Bentangkan Spanduk 50 Meter
Rabu, 01 September 2021 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak ingin LSM ICW ini menggunakan Simpati publik dari narasi anti korupsi demi kepentingan pendonornya saja, ini jelas salah. Sebut saja saat ICW menemukan dugaan Korupsi di Sektor MIGAS, salah satu temuan ICW pada tahun 2011 korupsi sebesar Rp18,144 Triliun Tapi tidak di ekspos ke publik, setelah kami telusuri ternyata ICW dapat Suntikan Dana Hibah dari organisasi Hibah internasional yaitu Revenue wathc Institute (RWI), ini apa namanya kalau bukan LSM Pesanan?" Sindir Eko.
"ICW Selalu menghindar jika ditanyakan mengenai dana Hibah yang diterima, padahal, mereka telah melanggar Permendagri No. 38 Tahun 2008 dan aturan lainnya soal hibah, mereka berdalih bahwasanya hibah yang mereka terima sudah sesuai dengan peraturan hibah internasional. Pertanyaannya ICW ini Berdomisili di mana? Di Benua Seberang kah?” tanyanya.
Dia juga mengancam akan melakukan aksi setelah PPKM ini berakhir. Baca juga: Massa Buruh dan Mahasiswa Demo di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
"Selanjutnya kami akan mengambil jalur Hukum dan melakukan Aksi masa jika PPKM Sudah Selesai. Kami Pastikan kami akan Bergerak Tuntas dan tidak Main-main. Semua orang sama di mata Hukum. Jangan mencari simpati terus untuk kepentingan segelintir kelompok," tutup Eko.
"ICW Selalu menghindar jika ditanyakan mengenai dana Hibah yang diterima, padahal, mereka telah melanggar Permendagri No. 38 Tahun 2008 dan aturan lainnya soal hibah, mereka berdalih bahwasanya hibah yang mereka terima sudah sesuai dengan peraturan hibah internasional. Pertanyaannya ICW ini Berdomisili di mana? Di Benua Seberang kah?” tanyanya.
Dia juga mengancam akan melakukan aksi setelah PPKM ini berakhir. Baca juga: Massa Buruh dan Mahasiswa Demo di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
"Selanjutnya kami akan mengambil jalur Hukum dan melakukan Aksi masa jika PPKM Sudah Selesai. Kami Pastikan kami akan Bergerak Tuntas dan tidak Main-main. Semua orang sama di mata Hukum. Jangan mencari simpati terus untuk kepentingan segelintir kelompok," tutup Eko.
(mhd)
Lihat Juga :