Ekonomi Sulit Karena Pandemi, Siswa Kenakan Seragam Lama pada Hari Pertama PTM
Senin, 30 Agustus 2021 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, salah seorang wali murid Nikmatur Rohma warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto mengungkapkan, ia belum sempat membelikan anaknya seragam baru karena kondisi ekonomi tengah sulit. Kendati ia mengetahui sejak hari ini, sang buah hati mulai masuk sekolah.
"Sudah tahu sejak beberapa hari lalu sebenarnya, namun memang belum bisa membelikan. Kondisi keuangan juga lagi sulit, sehingga sementara pakai seragam yang lama dulu. Ayahnya juga lagi tidak kerja karena kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kemarin," kata Nikmatur.
Baca juga: Pastikan Kesiapan PTM, Gubernur Khofifah Tinjau SMKN 7 Surabaya
Biasanya lanjut Nikmatur Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Mojokerto memberikan kain seragam gratis bagi siswa. Siswa hanya diminta untuk menjahitkan kain seragam tersebut. Pihaknya berharap, bantuan seragam gratis itu tetap ada dan bisa segera direalisasikan.
"Kata teman-teman wali murid juga ada bantuan seragam gratis nanti, tapi saya tidak tahu tahun ini ada apa tidak. Semoga saja ada, kalau ada saya tidak perlu membelikan dulu, biar pakai seragam lama, masih banyak juga anak-anak yang makai seragam lama," ucapnya.
Terpisah, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Mojokerto memastikan, pihaknya tetap memberikan toleransi bagi siswa-siwanya yang masih mengenakan seragam SD saat pembelajaran tatap muka ini. Sebab, sekolah tak ingin memberatkan wali murid jika dipaksa membeli seragam baru.
"Sudah tahu sejak beberapa hari lalu sebenarnya, namun memang belum bisa membelikan. Kondisi keuangan juga lagi sulit, sehingga sementara pakai seragam yang lama dulu. Ayahnya juga lagi tidak kerja karena kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kemarin," kata Nikmatur.
Baca juga: Pastikan Kesiapan PTM, Gubernur Khofifah Tinjau SMKN 7 Surabaya
Biasanya lanjut Nikmatur Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Mojokerto memberikan kain seragam gratis bagi siswa. Siswa hanya diminta untuk menjahitkan kain seragam tersebut. Pihaknya berharap, bantuan seragam gratis itu tetap ada dan bisa segera direalisasikan.
"Kata teman-teman wali murid juga ada bantuan seragam gratis nanti, tapi saya tidak tahu tahun ini ada apa tidak. Semoga saja ada, kalau ada saya tidak perlu membelikan dulu, biar pakai seragam lama, masih banyak juga anak-anak yang makai seragam lama," ucapnya.
Terpisah, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Mojokerto memastikan, pihaknya tetap memberikan toleransi bagi siswa-siwanya yang masih mengenakan seragam SD saat pembelajaran tatap muka ini. Sebab, sekolah tak ingin memberatkan wali murid jika dipaksa membeli seragam baru.
Lihat Juga :